Dapatberupa cerita pendek (cerpen) dan novel. Cerita fiksi juga dapat diterapkan dan dikombinasikan menjadi karya lain seperti drama, komik, film dan lain sebagainya. Tak jarang pula cerita fiksi mengkombinasikan unsur-unsur dari dunia nyata sebagai bumbu cerita. BACA JUGA: Pengertian Frasa, Ciri-ciri, Jenis, Kategori dan Kelas Frasa.
Berikutadalah jenis-jenis rupa komik dengan penjabaran sbb:. ☼ Hanya berupa satu tampilan saja, dimana didalamnya bisa terdapat beberapa gambar yang dipadu dengan tulisan-tulisan. Biasanya komik tipe kartun/karikatur ini berjenis humor (banyolan) dan editorial (kritikan) atau politik (sindiran) yang mana dari gambar tersebut dapat
Sericerita rakyat Jawa Tengah ini adalah salah satu yang kami rekomendasikan sebab mengangkat tema huruf Jawa. Jadi, dengan produk ini, Anda juga akan mengenalkan aksara Jawa yang makin jarang digunakan pada anak. 7 Ideo Balita Baca Komik Cerita Rakyat: Malin Kundang Mulai dari Rp 52.000,00 Lihat produk ini di Shopee
Sedangkan jika dilihat dari jenis ceritanya komik dapat dibagi kedalam 4 jenis yaitu: 1) Komik Edukasi Komik edukasi bisanya berfungsi sebagai hiburan dan sebagai media edukatif 2) Komik Promosi (Iklan) Komik jenis ini digunakan dibuat untuk keperluan promosi sebuah produk. 3) Komik Wayang
BACAJUGA : Fabel adalah cerita kehidupan hewan, ini jenis dan ciri-cirinya. foto: freepik.com. Pengertian cerita rakyat menurut Sumiati dalam bukunya yang berjudul "Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia", cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa dan mempunyai kultur budaya yang
Marianiberkata, setiap peringkat usia dalam masyarakat menggemari komik namun biasanya jenis komik yang dibaca berbeza. "Golongan kanak-kanak biasanya sukakan komik cerita kartun atau siri kartun yang dibukukan seperti Doraemon dan Shin-Chan. "Remaja lebih gemar membaca komik mengenai alam percintaan manakala dewasa lebih tertarik kepada komik yang menerangkan urusan perniagaan," katanya.
. 15 Jenis-Jenis Buku Non Fiksi dan Buku Fiksi Beserta Penjelasannya – Saat berada di toko buku atau perpustakaan, pasti berderet koleksi genre fiksi dan non fiksi. Apa saja jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang bisa kamu temukan dengan mudah? Kedua genre tersebut memiliki daya tarik masing-masing. Fiksi berasal dari imajinasi yang dipunyai sang pengarang, sedangkan non fiksi dibuat berdasarkan fakta atau sejarah yang benar terjadi. Jenis-Jenis Buku Non Fiksi dan Buku FiksiDaftar IsiJenis-Jenis Buku Non Fiksi dan Buku FiksiJenis-Jenis Buku Non Fiksi1. Ensiklopedia2. Buku Motivasi 3. Biografi 4. Autobiografi5. Kamus 6. Buku Pelajaran 7. Buku Pengembangan Diri8. Laporan Jurnalisme 9. Makalah Akademik 10. Buku PanduanJenis-Jenis Buku Fiksi1. Novel 2. Cerita Pendek 3. Fabel 4. Komik5. Kumpulan Dongeng Daftar Isi Jenis-Jenis Buku Non Fiksi dan Buku Fiksi Jenis-Jenis Buku Non Fiksi 1. Ensiklopedia 2. Buku Motivasi 3. Biografi 4. Autobiografi 5. Kamus 6. Buku Pelajaran 7. Buku Pengembangan Diri 8. Laporan Jurnalisme 9. Makalah Akademik 10. Buku Panduan Jenis-Jenis Buku Fiksi 1. Novel 2. Cerita Pendek 3. Fabel 4. Komik 5. Kumpulan Dongeng alina-vilchenko Jenis-Jenis Buku Non Fiksi Non fiksi merupakan genre yang bisa diekspresikan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah tulisan yang dibuat menjadi buku. Non fiksi juga bisa diaplikasikan pada film, animasi dan game. Pengertian buku non fiksi adalah jenis buku yang memuat informasi berdasarkan fakta, pengalaman nyata, atau sejarah yang kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan oleh penulis. Umumnya, jenis buku non fiksi disusun memakai kalimat yang tegas, logis dan tidak memuat makna konotatif. Sebab, isi buku non fiksi harus mudah dipahami untuk menghindari kesalahpahaman. Sebenarnya, buku non fiksi terdiri dari banyak jenis. Berikut 10 jenis bacaan non fiksi yang umum dikenal dan perlu kamu ketahui 1. Ensiklopedia Pembahasan jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang penting kamu ketahui diawali dengan buku ensiklopedia yang termasuk jenis non fiksi. Ensiklopedia merujuk pada buku referensi atau rangkuman tentang berbagai macam informasi dari hampir seluruh bidang ilmu pengetahuan yang dijadikan rujukan untuk berbagai kebutuhan. Penyusunan ensiklopedia dibuat berdasarkan urutan abjad sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan istilah yang ingin dipelajari. Penjelasan yang termuat singkat dan padat. Contoh ensiklopedia yakni Ensiklopedia Sejarah Nasional & Dunia, Ensiklopedia Sains, Ensiklopedia Antariksa, Ensiklopedia Bahasa & Budaya dan Ensiklopedia Binatang Purba. 2. Buku Motivasi Selanjutnya, buku motivasi termasuk dalam jenis buku non fiksi yang biasanya ditulis oleh seorang motivator ulung atau psikolog profesional. Pembuatan buku motivasi bertujuan untuk memberikan suntikan semangat kepada para pembaca melalui kata-kata yang inspiratif dan powerful. Umumnya, jenis buku motivasi memasukkan teori-teori psikologi yang berhubungan dengan manusia. Selain itu, banyak kutipan-kutipan penyemangat yang disusun sendiri oleh penulis. Pengalaman nyata yang dialami oleh penulis juga kerap disertakan untuk membuktikan adanya perjuangan keras untuk bisa berhasil atau kembali bangkit. Dalam buku motivasi, penulis biasanya membagikan pola-pola sukses atau tips khusus untuk diterapkan dalam kehidupan. 3. Biografi Jika membicarakan seputar jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi, maka biografi pasti masuk dalam daftar, khususnya pada kategori non fiksi. Definisi biografi yakni buku yang berisi perjalanan hidup seorang tokoh yang dijelaskan secara urut, lengkap, dan detail oleh orang lain. Melalui tulisan yang dibukukan dalam bentuk biografi, kisah kehidupan sosok yang inspiratif diceritakan dengan kata-kata yang menarik. Prestasi gemilang juga disertakan dalam cerita. Tokoh yang dikisahkan dalam sebuah biografi, biasanya merupakan seseorang yang memiliki pengaruh besar sehingga layak untuk diabadikan. Beberapa contoh biografi yakni Kisah Epik Soekarno, Biografi Singkat Mohammad Hatta, Tan Malaka 1897 – 1949, dan Sebuah Novel Biografi “Buya Hamka”. 4. Autobiografi Sama-sama berisi tentang perjalanan hidup seseorang, namun hal yang membedakan autobiografi dari biografi adalah pihak penulis yang merupakan sosok itu sendiri. Jadi, autobiografi merupakan kisah hidup yang ditulis oleh diri sendiri. Biasanya, penulis hanya menyertakan momen-momen penting yang bermakna dan menginspirasi banyak orang. Selain mengisahkan perjalanan hidup, baik secara detail maupun singkat, penulis juga sering memasukkan kata-kata motivasi dalam autobiografi. Opini pribadi tentang isu tertentu, cerita lucu, atau pengalaman nyata yang membekas, umumnya bisa kamu temukan saat membaca autobiografi. Contoh autobiografi yaitu Andy Noya Sebuah Kisah Hidupku, Catatan Najwa, I Am Malala, dan Becoming by Michelle Obama. 5. Kamus Daftar jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi berlanjut ke kamus yang masuk kategori non fiksi. Kamus berisi daftar kosa kata yang disusun secara abjad untuk memudahkan pencarian. Tiap kosa kata dilengkapi dengan cara pelafalan, jenis kelas kata dan makna literal yang dipunyai. Kamus sering dipakai sebagai media penunjang pembelajaran di sekolah. Selain itu, kamus juga sering digunakan oleh para pelancong untuk bisa memahami bahasa setempat. Biasanya, kamus yang dibawa berupa kamus saku yang berukuran kecil. Ternyata kamus terdiri dari beberapa jenis. Jenis yang paling umum diketahui adalah kamus dua bahasa dwibahasa, misalnya kamus bahasa Inggris – Indonesia dan sebaliknya. Jenis lainnya meliputi kamus istilah, kamus ejaan, kamus lafal, kamus homonim, kamus antonim, kamus singkatan, kamus etimologi, kamus linguistik, kamus kedokteran, dan kamus peribahasa. 6. Buku Pelajaran Berikutnya, buku pelajaran merupakan contoh jenis buku non fiksi yang umum dipakai oleh para pelajar dan mahasiswa sebagai modul pegangan. Dalam buku pelajaran, termuat materi lengkap tentang bidang ilmu tertentu. Penulisnya merupakan orang yang ahli di bidang tersebut sehingga isi buku mendalam dan komprehensif. Buku pelajaran dibuat secara sistematis dengan memakai bahasa yang formal dan mudah dicerna oleh para pembaca. Gambar, diagram dan grafik biasa ditambahkan sebagai penjelas. 7. Buku Pengembangan Diri Jumlah jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang cukup banyak, memuat isi yang berbeda untuk tujuan penggunaan yang beragam. Salah satunya adalah buku pengembangan diri yang termasuk jenis non fiksi yang berisi materi khusus. Materinya seputar keterampilan dan keahlian di bidang tertentu sesuai minat. Dalam buku pengembangan diri, terdapat penjelasan lengkap mengenai ilmu untuk menguasai suatu keahlian atau memahami sebuah konsep yang berguna dalam kehidupan. Sebagai contoh, Buku Panduan Merajut, Cara Cepat Belajar Menjahit, Service Laptop Otodidak, Think and Grow Rich, The Psychology of Money dan The Gifts of Imperfection. 8. Laporan Jurnalisme Jenis lainnya dari buku non fiksi adalah laporan jurnalisme yang dibuat menggunakan bahasa khusus jurnalistik. Isi laporannya tentang peristiwa, kejadian atau acara yang dijelaskan detail. Laporan jurnalisme biasa dibuat oleh para wartawan atau jurnalis yang sedang meliput suatu kejadian, event atau momen penting lain. Mereka mencatat semua fakta yang ada di lapangan. Tidak ada unsur rekaan dalam laporan jurnalisme sehingga dimasukkan dalam kategori non fiksi. Nantinya, informasi tersebut akan disampaikan ke publik oleh pihak jurnalis. Namun, ada juga informasi yang disimpan sebagai bahan untuk keperluan lain atau bahan pengecekan ulang untuk menghindari kesalahan kecil. 9. Makalah Akademik Jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi dalam bidang akademik banyak ditemukan, salah satu contohnya adalah makalah yang masuk dalam genre non fiksi. Makalah berisi hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti, baik dari kalangan mahasiswa, dosen maupun akademisi lain yang didasarkan pada eksperimen yang nyata. Tujuan pembuatan makalah yakni melaporkan hasil penelitian sehingga diketahui oleh publik, memberi solusi untuk masalah tertentu dan menanggapi fenomena dengan teori yang relevan. Makalah akademik memiliki struktur penulisan yang sistematis dan jelas. Struktur tersebut harus diikuti oleh penulis makalah lengkap dengan format khusus yang sudah ditetapkan. 10. Buku Panduan Saat kamu membeli barang elektronik, kipas angin misalnya, biasanya menemukan buku panduan untuk menggunakan serta merawat barang tersebut, kan? Buku panduan atau disebut juga dengan buku manual merupakan jenis bahan non fiksi yang menjelaskan tentang tata cara penggunaan barang. Tujuan pembuatan buku manual yakni memberikan petunjuk agar pengguna barang atau sesuatu yang dibeli tidak melakukan kesalahan. Selain panduan penggunaan barang elektronik, contoh lain yakni buku perakitan DIY rak sepatu, buku pemakaian software komputer, dan buku panduan desain grafis pada CorelDraw. Jenis-Jenis Buku Fiksi Berbeda dengan non fiksi, buku fiksi adalah jenis tulisan yang sumbernya berasal dari khayalan pengarang, bukan sebuah fakta yang harus dibuktikan kevalidannya. Dalam menyusun buku fiksi, pengarang memiliki kebebasan untuk menulis sesuka hati, bahkan sesuatu hal yang di luar nalar dan tidak mungkin terjadi di dunia ini. Jenis-jenis bacaan yang termasuk dalam kategori buku fiksi antara lain 1. Novel Dalam deretan jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi, novel menjadi tulisan yang tidak bisa dipisahkan. Karya sastra ini masuk dalam kategori buku fiksi yang populer di semua kalangan. Definisi novel adalah sebuah karangan yang dibuat panjang karena memuat cerita dengan konflik yang umumnya rumit dan melibatkan banyak tokoh. Kompleksitas yang dimiliki oleh novel berbeda-beda, tergantung bagaimana pengarang meramu watak, sifat tokoh, alur cerita, konflik dan interaksi antar tokohnya. Contoh novel fiksi yaitu Sunset Bersama Rosie, The ABC Murders, Ronggeng Dukuh Paruk, Aroma Karsa, Robohnya Surau Kami dan Mariposa. 2. Cerita Pendek Cerpen merupakan prosa yang ceritanya dibuat lebih pendek dibandingkan novel dan tingkat kompleksitasnya juga lebih rendah. Imajinasi pengarang menjadi sumber utama dari cerpen. Penyusunan cerita pendek menggunakan gaya naratif yang menonjolkan dinamika antar tokoh yang terlibat dalam cerita. Biasanya, penulis membuat cerita yang menguras emosi pembaca. Ada beberapa cerpen yang menyertakan fakta tertentu, tapi hanya secuil dan tidak dijadikan sebagai bahan utama untuk cerita. Kamu bisa menemukan buku kumpulan cerpen jika mendatangi toko buku atau perpustakaan. Buku tersebut terdiri dari beberapa cerita pendek dari penulis yang sama atau penulis berbeda. 3. Fabel Salah satu jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang umum dikenal yaitu fabel. Maksud dari fabel yakni cerita fiksi yang menggunakan binatang sebagai tokoh utama. Dalam fabel, binatang memiliki sifat dan perilaku layaknya manusia sehingga bisa berbicara, saling tolong menolong, berbuat jahat, dan berpikir dengan cerdik. Umumnya, fabel dibuat pendek dan mengandung amanat yang ditulis secara eksplisit pada bagian akhir cerita. Tujuannya untuk memberikan pelajaran baik dalam kehidupan bagi pembaca. 4. Komik Komik merupakan contoh jenis buku fiksi yang menyuguhkan visual menarik dan mengesankan. Bacaan fiksi ini menggabungkan antara teks dan gambar sehingga cerita terasa lebih hidup. Tujuan pembuatan komik adalah sebagai media hiburan anak-anak maupun orang dewasa. Cerita yang diangkat pun beragam, mulai dari romance, hero, komedi, horor, dan slice of life. Contoh komik yakni Gundala Putra Petir, Wiro Sableng, Panji Tengkorak, Si Juki, Bu Kek Siansu dan jenis komik lain yang berasal dari luar negeri. 5. Kumpulan Dongeng Selanjutnya, jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang populer di kalangan anak-anak adalah kumpulan dongeng. Bacaan tersebut merupakan jenis buku fiksi yang menarik dibaca. Kumpulan dongeng terdiri dari banyak cerita rakyat lokal yang biasanya ditulis ulang agar lebih mudah dibaca. Ilustrasi yang berwarna juga sering ditambahkan untuk memperjelas isi cerita. Beberapa contoh dongeng yang dimuat yakni Bawang Merah dan Bawang Putih, Si Kancil, Sangkuriang, Legenda Danau Toba dan Timun Emas. Ada banyak jenis-jenis buku non fiksi dan buku fiksi yang memiliki konten yang bervariasi. Jenis buku non fiksi umumnya dipakai sebagai rujukan para akademisi dan materi anak sekolah. Buku non fiksi juga dipakai sebagai bacaan bagi yang ingin menambah ilmu tentang suatu hal. Sedangkan buku non fiksi umumnya dijadikan sebagai bahan bacaan hiburan. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah
Man'ga atau juga dikenal dengan komik Jepang adalah salah satu produk J-Pop yang hingga sekarang masih menjadi fenomena yang layak diperbincangkan. Melalui bentuknya yang "ringan", man'ga bisa memuat berbagai macam segi kehidupan di dalamnya. Bahkan, hingga kini manga dijadikan sebagai salah satu rujukan trend dunia. Di sisi lain, man'ga dapat dijadikan sebagai media literasi yang bisa menjangkau hampir semua khalayak pembaca. Melalui bentuk visualnya yang dominan, man'ga dapat dengan mudah diterima oleh pembaca anak. Dengan pertimbangan pembaca anak lebih menyukai bacaan visual, modifikasi dan transformasi cerita klasik dan tradisional menjadi bentuk komik dapat diupayakan sebagai media literasi yang masih kurang. Di samping itu, usaha transformasi tersebut juga dapat turut mengembangkan industri kreatif. Kata kunci komik, literasi, manga, transformasi I. PENDAHULUAN Membaca adalah sebuah kemampuan yang dibangun melalui kebiasaan. Pepatah lama menyebutkan "buku adalah jendela dunia". Aktivitas membaca adalah kemampuan berbahasa yang tidak hanya bertujuan mengatahui isi bahan bacaan. Membaca juga sebuah proses pemahaman yang kemudian bisa menumbuhkan ide dan gagasan baru. Hal ini karena membaca adalah sebuah kegiatan yang dapat mengembangkan cara berpikir berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Pada umumnya, kebiasaan membaca akan membawa seseorang pada kebiasan menulis. Gagasan yang tumbuh dan berkembang oleh karena aktivitas membaca dapat dituangkan kembali melalui kegiatan menulis. Sayuti dalam Pujiono, 2012 menyatakan aktivitas menulis apapun, jodohnya adalah membaca. Keduanya saling berkaitan erat karena menulis itu membutuhkan wawasan dan Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 MAN’GA, KOMIK, DAN LITERASI Tienn Immerry Universitas Bung Hatta Herry Nur Hidayat Universitas Andalas Abstrak Man’ga atau juga dikenal dengan komik Jepang adalah salah satu produk J-Pop yang hingga sekarang masih menjadi fenomena yang layak diperbincangkan. Melalui bentuknya yang “ringan”, man’ga bisa memuat berbagai macam segi kehidupan di dalamnya. Bahkan, hingga kini manga dijadikan sebagai salah satu rujukan trend dunia. Di sisi lain, man’ga dapat dijadikan sebagai media literasi yang bisa menjangkau hampir semua khalayak pembaca. Melalui bentuk visualnya yang dominan, man’ga dapat dengan mudah diterima oleh pembaca anak. Dengan pertimbangan pembaca anak lebih menyukai bacaan visual, modifikasi dan transformasi cerita klasik dan tradisional menjadi bentuk komik dapat diupayakan sebagai media literasi yang masih kurang. Di samping itu, usaha transformasi tersebut juga dapat turut mengembangkan industri kreatif. Kata kunci komik, literasi, manga, transformasi I. PENDAHULUAN Membaca adalah sebuah kemampuan yang dibangun melalui kebiasaan. Pepatah lama menyebutkan “buku adalah jendela dunia”. Aktivitas membaca adalah kemampuan berbahasa yang tidak hanya bertujuan mengatahui isi bahan bacaan. Membaca juga sebuah proses pemahaman yang kemudian bisa menumbuhkan ide dan gagasan baru. Hal ini karena membaca adalah sebuah kegiatan yang dapat mengembangkan cara berpikir berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Pada umumnya, kebiasaan membaca akan membawa seseorang pada kebiasan menulis. Gagasan yang tumbuh dan berkembang oleh karena aktivitas membaca dapat dituangkan kembali melalui kegiatan menulis. Sayuti dalam Pujiono, 2012 menyatakan aktivitas menulis apapun, jodohnya adalah membaca. Keduanya saling berkaitan erat karena menulis itu membutuhkan wawasan dan Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, menulis merupakan kerja intelektual yang harus dikembangkan. Atas dasar itulah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah GLS. Gerakan ini melibatkan semua unsur dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan. Secara umum, gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat Wiedarti et al. 2016. Sementara itu, pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara Faizah et al., 2016. Melalui GLS, sekolah diharapkan menjadi tempat yang menyenangkan dan ramah anak di mana semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. Hal tersebut menuntut tersedianya sarana dan media pendukung gerakan ini dalam bentuk yang sesuai dengan tahapan perkembangan siswa berdasarkan karakteristiknya. Di sisi lain, ketersediaan bahan bacaan untuk siswa sekolah terutama tingkat dasar dan menengah masih sangat kurang. Hal ini tentu bertolak belakang dengan prinsip GLS ini yaitu literasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya dan dilaksanakan secara berimbang menggunakan berbagai ragam teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Bahan bacaan literasi berbasis pengetahuan tradisi masih sangat kurang. Di samping itu, penciptaan karya sastra bahan bacaan literasi masih saja “menjauhkan diri” dari pembaca utama, yaitu anak-anak. Bahan bacaan literasi yang ada saat ini masih berbentuk tekstual yang tentunya kurang diminati pembaca anak. Hal ini tentu menghambat tahap pembiasaan dalam GLS yang menuntut tersedianya buku-buku nonpelajaran novel, kumpulan cerpen, buku ilmiah populer, majalah, komik, dsb., sudut baca kelas untuk tempat koleksi Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 bahan bacaan, dan poster-poster tentang motivasi pentingnya membaca Retnaningdyah et al., 2016. Hal tersebut di atas sangat berpengaruh pada keberhasilan GLS ini. Bahan bacaan adalah sarana pengembangan penalaran. Oleh karenanya, diperlukan bentuk bahan bacaan yang sesuai dengan khalayak pembacanya. Ketersediaan dan kemudahan memperoleh bahan bacaan tentunya akan memengaruhi minat baca seseorang. Lebih lanjut, kegiatan membaca tidak dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran kreativitas pengarangan dan penulisan. Kegiatan literasi tidak hanya mencakup kegiatan yang berhubungan dengan teks bacaan. Dengan kata lain, media audio visual juga bisa digunakan sebagai bahan pengayaan dalam kegiatan tersebut. Kreativitas juga menjadi hal yang penting dalam gerakan literasi ini. Mengolah kembali dan mengembangkan hasil bacaan menjadi karya baru bisa menjadi salah satu ukuran keberhasilan gerakan ini. Di sisi lain, pengertian literasi secara umum saat ini telah sedikit bergeser. Literasi saat ini lebih dipahami sebagai sebuah konsep yang ditentukan oleh konteks budaya. Oleh karenanya, pembaca siswa memerlukan cara baru untuk dapat memahami, menganalisis, dan pada akhirnya mampu membentuk variasi teks bacaan Seglem dan Witte, 2009. Mengolah kembali untuk menghadirkan bentuk baru sebuah karya sastra, terutama sastra tradisional, bisa menjadi salah satu alternatif “mendekatkan” karya sastra tradisional kepada generasi muda sesuai dunianya. Cerita klasik dan tradisional bisa diolah kembali menjadi bentuk baru yang lebih menarik bagi pembaca anak-anak. II. PEMBAHASAN Komik Sebagai Media Literasi Komik adalah salah satu bentuk karya seni tertua di dunia. Mc Cloud 1993menyebutkan, manuskrip komik tertua yang ditemukan diperkirakan dibuat pada tahun 1049 SM. Komik tersebut ditemukan di Kolombia oleh Cortez pada tahun 1519 dan isinya bercerita tentang kehebatan seorang tokoh politik masa itu. McCloud menyimpulkan komik adalah gambar yang terpisah tetapi berkelanjutan Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 yang memiliki tujuan sekadar memberi informasi atau untuk menimbulkan respon estetik terhadap penikmatnya. Menurut Stewing dalam Santoso, 2008, buku bergambar adalah sebuah buku yang menjajarkan cerita dengan gambar. Kedua elemen ini bekerjasama untuk menghasilkan cerita dengan ilustrasi gambar. Biasanya, buku-buku bergambar dimaksudkan untuk mendorong ke arah apresiasi dan kecintaan terhadap buku. Selain ceritanya secara verbal harus menarik, buku harus mengandung gambar sehingga memengaruhi minat siswa untuk membaca cerita. Bonnef dalam Soedarso, 2015 menyebutkan bahwa komik merupakan sebuah susunan gambar dan kata yang bertujuan untuk memberikan informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sebuah komik selalu memanfaatkan ruang gambar dengan tata letak. Hal tersebut agar gambar membentuk cerita, yang dituangkan dalam bentuk dan tanda. Komik juga termasuk dalam karya sastra, yaitu sastra bergambar. Jika memperhatikan pengertian-pengertian di atas, komik di Indonesia muncul berabad yang lalu. Candi Borobudur dengan relief yang “bercerita” tentu dapat dikatakan sebagai komik. Demikian pula candi Prambanan dengan relief yang berisi penggalan cerita Ramayana. Rahmanadji 2012 berpendapat bahwa sejarah komik Indonesia dapat ditelusuri sampai ke masa prasejarah. Bukti pertama terdapat pada monumen-monumen keagamaan yang terbuat dari batu candi. Kemudian, lebih dekat dengan masa kini, ada wayang beber dan wayang kulit yang menampilkan tipe penceritaan dengan sarana gambar yang dapat dianggap sebagai cikal bakal komik di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa perjalanan perkembangan komik di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Menurut Gierlang 2015, pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1930 telah muncul komik karya Kho Wang Gie. Tokoh rekaannya, Put On, mampu menarik perhatian publik dengan karakternya yang unik. Dekade 1970-1980-an, bisa disebut sebagai era keemasan komik Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyak munculnya komik yang hingga saat ini masih dikenal. Si Buta dari Gua Hantu, Jaka Tuak, Panji Tengkorak, Gundala Putra Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Petir, Mahabarata, dan Ramayana, adalah beberapa komik yang sangat dinanti kemunculannya pada saat itu. Namun pada dekade berikutnya, dunia komik Indonesia mengalami masa suram. Komik lokal tersingkir oleh komik luar negeri yang lebih menguasai pasar komik di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan banyak ditemukannya komik komik Jepang yang lebih dikenal dengan mang’a. Bisa dikatakan bahwa era 1990-2000, komik di Indonesia didominasi oleh komik Jepang tersebut. Di Indonesia, man’ga mulai banyak dikenal setelah tayangan anime marak di televisi. Perkenalan dengan anime tersebut, akhirnya membawa ketertarikan pada man’ga. Di samping itu, kemajuan teknologi informasi turut mengembangkan pengaruh man’gadi Indonesia. Tumbuh dan berkembangnya J- Pop menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan man’ga di Indonesia. Hingga saat ini, tidak sulit menemukan man’ga di toko buku. Meskipun demikian, keberadaan komik lokal tidak benar-benar mati. Pada kurun waktu itu, komik di Indonesia didominasi oleh komik strip yang diterbitkan di surat kabar. Mengangkat peristiwa-peristiwa dan kritik sosial, komik strip ini tetap mendapat perhatian pembaca. Siapa yang tidak kenal Panji Koming, Doyok, maupun Ali Oncom? Di sisi lain, hal ini patut disayangkan karena berakibat pada pemahaman generasi muda terhadap pengetahuan nilai-nilai lokal. Pembaca muda lebih mengenal tokoh-tokoh rekaan yang berasal dari Jepang dibandingkan tokoh-tokoh nasional baik tokoh pahlawan maupun tokoh fiksi. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembelajaran, khususnya tentang pengetahuan nilai-nilai tradisional. Tidak bisa dimungkiri, kehidupan manusia didominasi oleh gambar visual. Manusia akan lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar jika dibanding pendengaran. Dalam hal ini, media pembelajaran bagi siswa sekolah menggunakan buku bergambar diharapkan dapat meningkatkan daya pemahaman siswa terhadap materi. Piaget dalam Santoso, 2008 menyatakan bahwa anak yang masih berada pada tahap operasional kongkrit 7-10 tahun memiliki cara berpikir yang masih didasarkan pada bantuan benda-benda atau peristiwa- Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 peristiwa yang langsung dilihat dan dialaminya. Sehubungan dengan hal itu, buku bergambar akan dapat membantu siswa untuk mengkongkretkan pembelajaran apresiasi cerita. Di samping itu, sebagai salah satu bentuk karya sastra komik mengangkat muatan cerita yang dapat disesuaikan dengan khalayak pembacanya. Dalam hal ini, komik dapat dibuat dengan materi cerita yang sesuai dengan alam dan harapan anak-anak siswa. Cerita kepahlawanan dan petualangan adalah contoh muatan yang menarik perhatian pembaca anak. Sebagai media pembelajaran, komik bisa juga dibuat dengan memuat nilai-nilai pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak. Dengan kata lain, komik juga memiliki fungsi edukatif. Seto Mulyadi dalam Soedarso, 2015 mengatakan bahwa bacaan komik dapat membantu memvisualisasikan imajinasi anak yang belum bisa membaca. Visualisasi anak diperlukan karena imajinasi mereka masih sangat terbatas. Seto Mulyadi juga menambahkan orang tua sebaiknya mengenalkan buku teks, termasuk buku cerita ketika anak-anak sudah pada usia lancar membaca. Uraian di atas menunjukkan perlunya mendekatkan bahan bacaan pada bentuk yang diminati khalayak pembaca. Oleh karena pertimbangan sebagai media literasi berbasis pengetahuan tradisional, materi atau muatan yang hendak disampaikan harus juga disesuaikan dengan pelaku pembelajaran. Muatan pendidikan dan pengajaran yang terkandung dalam karya sastra tradisional perlu ditransformasikan menjadi bentuk yang lebih menarik bagi anak. Karya komik menjadi salah satu pilihan yang sangat memungkinkan untuk pertimbangan tersebut. Belajar dari apa yang telah dilakukan oleh bangsa Jepang terhadap mang’a, cerita-cerita rakyat bisa dialihmediakan menjadi bentuk komik. Media literasi berbentuk cerita bergambar diharapkan akan lebih diminati dan lebih mudah dipahami isi dan muatan yang terkandung di dalamnya. Alih media cerita rakyat menjadi komik juga bisa disebut sebagai revitalisasi karya tradisional yang kini mulai “jauh” dari pemiliknya. Tentunya, misi mengenalkan kembali ragam cerita rakyat yang dimiliki menjadi sangat penting untuk melestarikan dan mengembangkannya. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Di samping itu, gerakan literasi bukan hanya gerakan membaca. Gerakan literasi juga menuntut kemampuan daya kreativitas pembaca terhadap bahan bacaan dapat memanfaatkan hasil alih media ini untuk menghasilkan karya-karya baru. Tentunya, karya baru tersebut tetap mengangkat muatan pengetahuan tradisional oleh karena sumber bacaan yang dikandungnya. Seorang pembaca, secara individual akan menyusun makna bahan bacaan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Hal inilah yang diharapkan kemudian menumbuhkan daya kritis pembaca terhadap bahan bacaan oleh karena “pertarungan” makna yang diperoleh dengan yang disusun oleh pengarang. Dalam konteks pembacaan karya sastra, pembaca adalah agen aktif dan kreatif terhadap pengembangan karya sastra secara umum Gillenwater, 2009. Uraian ini menunjukkan bahwa semakin mudah pembaca memahami sebuah bahan bacaan, akan semakin mudah pula memancing daya kreatifnya. Mengenal dan mengetahui ragam cerita rakyat akan menjadi modal utama bagi anak untuk mengembangkan daya aktif dan kreatifnya. Melalui pendekatan literasi visual bahan bacaan komik, pembaca dituntut untuk mengeksplorasi pertentangan keinginan imajinasi dan tampilan yang muncul dalam gambar. Di samping itu, pembaca akan lebih memahami hubungan dan interaksi antara budaya populer dengan karya tradisi yang dibacanya Bitz, 2004. Melalui komik sebagai bahan bacaan, pembaca akan memperlihatkan perbedaan minat membaca anak-anak terutama jika dibandingkan dengan teks yang hanya berisi tulisan. Sering dijumpai anak membaca tanpa memahami muatan yang dibacanya. McVicker 2007 menyatakan bahwa melalui komik yang cenderung lucu, bersifat visual, dan teks tulisan yang terbatas dapat menumbuhkan minat baca anak menuju teks bacaan yang lebih kompleks. Lebih lanjut, bahan bacaan berbentuk komik dapat mendorong pembaca menjadi lebih kreatif. Hal ini didukung Hidayat, Wasana, dan Meigalia 2015 yang menyatakan bahwa komik juga bisa dianggap sebagai salah satu bentuk bahan ajar yang paling mudah diterima oleh anak didik. Anak didik akan lebih mudah menerima dan memahami materi dan muatan-muatan yang terdapat dalam komik. Tidak sedikit komik yang mengandung muatan positif yang pada akhirnya tertanam pada anak Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 didik. Tidak mengherankan apabila anak didik akan lebih memilih membaca komik daripada buku teks. Bahkan, beberapa buku teks pengantar bidang ilmu telah ditransformasi menjadi bentuk komik. Di samping itu, Schwarz 2002 juga menyatakan bahwa membaca cerita bergambar menuntut kemampuan kognitif yang lebih kompleks dibanding membaca bahan bacaan teks tulis biasa. Pengenalan dan pengembangan narasi kebangsaan adalah salah satu tujuan gerakan literasi. Secara umum, narasi kebangsaan berkaitan erat dengan identitas dan ciri khas sebuah bangsa yang juga berhubungan langsung dengan karakter, perilaku, sikap, dan mental. Tidak sedikit dari unsur-unsur tersebut yang dikandung dalam karya sastra tradisional, terutama cerita rakyat. Hal inilah yang lebih banyak dikenal sebagai muatan lokal. Pada awal perkembangannya, komik Indonesia diketahui telah mengangkat muatan-muatan tradisional di dalamnya. Lahirnja Gatotkatja, Raden Palasara, Pendekar Sorik Marapi, serta serial Mahabarata dan Ramayana adalah sedikit contoh dari komik Indonesia yang mengangkat budaya tradisional. Pembaca komik generasi tahun 1970-1980 pasti dengan mudah menyebut dan menjelaskan muatan budaya tradisional yang terkandung dalam komik masa itu. Hal tersebut sangat berbeda jika dibandingkan dengan pembaca komik masa kini. Pembaca komik masa kini lebih mengenal budaya asing daripada budaya lokal. Tokoh, mitos, legenda, bahkan nama makanan tradisional asal Jepang dalam komik Naruto, Doraemon, atau One Piece sekarang ini lebih dikenal oleh anak-anak. Namun demikian, usaha untuk mengangkat muatan tradisi lokal dalam komik tidak benar-benar hilang. Ariesta 2013 menyatakan bahwa memasuki abad XXI, para seniman muda komik Indonesia yang pedulim ulai memasukkan nilai-nilai budaya lokal dalam komik mereka, dengan mengadaptasi gaya man’ga yang diminati oleh para remaja. Salah satu komikus yang mengusung nilai-nilai budaya lokal adalah Is Yuniarto lewat komiknya yang berjudul Garudayana dengan latar kisah Ramayana. Eksplorasi nilai budaya yang disuguhkan oleh Is Yuniarto lebih luas dari komik-komik wayang terdahulu. Is Yuniarto lebih berani mencampur dan menampilkan produk budaya Nusantara di dalam komiknya, Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 seperti rumah adat tiap daerah di Indonesia, kendaraan, hingga tokoh-tokoh yang ada dalam cerita rakyat. Namun demikian, komik lokal tetap hidup dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sejak tahun 2000-an, banyak muncul komunitas yang mencoba menyemarakkan kembali komik Indonesia. Sejak tahun 2010, komik Indonesia banyak muncul di internet. Melalui blog dan sosial media, komikus Indonesia menunjukkan eksistensinya. Meskipun menunjukkan gaya man’ga, hal ini menunjukkan geliat kehidupan komik Indonesia Tamimy 2017. Pengaruh gaya man’ga tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa komik adalah hasil karya budaya yang memiliki kekuatan untuk membentuk budaya sebuah kelompok lain. Seno Gumira Ajidarma dalam Ariesta, 2013 menyebut komik sebagai salah satu situs perjuangan ideologi. Maksudnya adalah di dalam komik tersebut bisa menjadi media dalam menyerang pembaca dengan ideologi-ideologi tertentu, sehingga hal itu berulang terus-menerus, hingga ideologi tersebut akan tertanam pada diri pembaca yang akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku. Oleh karenanya, muatan budaya yang diangkat dalam komik diharapkan dapat menanamkan pengetahuan dan pemahaman pembaca terutama anak akan pengetahuan tradisi lokal. Pengetahuan yang diperoleh secara terus menerus dan berkelanjutan tersebut akhirnya diharapkan dapat turut membentuk karakter dan perilaku sebagai ciri khas bangsa. Beberapa contoh komik yang dihasilkan oleh komikus Indonesia yang mengangkat muatan lokal misalnya Garudayana yang telah diuraikan di atas, Bima Satria Garuda yang diangkat dari serial televisi, serta Nusantaranger yang menampilkan mitos yang ada di wilayah nusantara Akhmad, 2015. Di samping itu, sebuah komunitas komikus Bumi Langit mereproduksi komik-komik lama dan diterbitkan secara daring melalui media sosial facebook. Komik-komik tersebut adalah Si Buta dari Gua Hantu, Aquanus, [R]Evolusi, Sri Asih, Nusantara, masih banyak lagi. Komik-komik tersebut mencoba mengenalkan kembali pengetahuan tradisi lokal yang dikemas ulang menjadi lebih berterima sesuai perkembangan teknologi informasi. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Kajian akademik yang membicarakan bentuk transformasi karya sastra tradisional menjadi komik juga telah banyak dilakukan. Ariesta 2013 melakukan kajian terhadap potensi budaya lokal sebagai bahan berkarya komik. Menurutnya, dengan mengangkat budaya lokal komik dapat digunakan sebagai sarana mengenalkan budaya Indonesia yang sangat beragam. Hal serupa dilakukan oleh Dhien 2006 yang melakukan perancangan cerita komik Hyang. Tujuan utama kajiannya adalah mengenalkan kembali kesenian wayang bagi generasi muda. Revitalisasi karya sastra klasik dengan melakukan transformasi media menjadi komik juga dilakukan terhadap manuskrip. Hasil suntingan manuskrip tersebut dialihmediakan menjadi komik berjudul Hikayat Raja Kerang Sundusiah, Yulianeta, dan Halimah, 2009; Yulianeta, Halimah, dan Sundusiah, 2009; Yulianeta, Sundusiah, dan Halimah, 2014. Pada tahap selanjutnya, Hikayat Raja Kerang ditransformasi menjadi film animasi Yulianeta, Sundusiah, dan Halimah, 2017. Transformasi karya sastra tradisional juga dilakukan terhadap kaba. Dalam hal ini, cerita kaba Sabai Nan Aluih dialihmediakan menjadi komik. Di samping maksud mendekatkan karya sastra tradisi pada pembaca anak, alih media ini juga wujud usaha pengembangan media pembelajaran Hidayat, Wasana, dan Kadrianto, 2012; Wasana, Hidayat, dan Meigalia, 2013. Usaha alih media ini menghasilkan buku komik Sabai Nan Aluih Parmato, Orianty, dan Novita, 2015. Di samping kaba, cerita rakyat Minangkabau juga dialihmediakan menjadi bahan bacaan literasi Wasana dan Hidayat, 2018. Sebagai bahan bacaan, hasil usaha alih media tersebut diharapkan dapat menumbuhkan daya kreatif pembacanya. Hasil pembacaan tersebut akan menumbuhkan daya kritis pembaca untuk kemudian menghasilkan karya baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya. III. PENUTUP Selain bertujuan mendekatkan dan mengenalkan kembali revitalisasi karya tradisi, alih media menjadi komik juga bisa dimanfaatkan sebagai media Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 pembelajaran dan bahan bacaan GLS. Pengetahuan akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang kuat. Usaha alih media tersebut diharapkan dapat menarik minat generasi muda terhadap muatan lokal sebagai bagian dari dirinya. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki keragaman budaya tradisi, pengenalan terhadap budaya lokal adalah salah satu ciri keberhasilan pengembangan narasi kebangsan. DAFTAR PUSTAKA Akhmad, Reza. 2015. “11 Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu Baca.” Oktober 30, 2018. Ariesta, Alvyanda. 2013. “Kebudayaan Lokal sebagai Potensi dalam Berkarya Komik.” Bercadik Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni 11. Bitz, Michael. 2004. “The Comic Book Project Forging alternative pathways to literacy.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 477 574. Dhien, Kurnia. 2006. Perancangan Komik Hyang dalam Menumbuhkan Apresiasi Generasi Muda kepada Kesenian Wayang. Surakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. “Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah.” Faizah, Dewi Utama et al. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah SD. Jakarta Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gierlang. 2015. “Menelusuri Perkembangan Komik Indonesia Masa ke Masa.” Indonesia Kreatif. Oktober 4, 2018. Gillenwater, Cary. 2009. “Lost literacy How graphic novels can recover visual literacy in the literacy classroom.” Afterimage 372 33–36. Hidayat, Herry Nur, Wasana, dan Kadrianto. 2012. ALIH MEDIA KABA Alternatif Revitalisasi Sastra Minangkabau. Padang. Hidayat, Herry Nur, Wasana, dan Eka Meigalia. 2015. “Komik Kaba Bahan Pengayaan Pembelajaran Muatan Lokal Minangkabau.” In Seminar dan Rapat Tahunan BKS PTN Wialayah Barat Bidang Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, Jakarta Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta, 165. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 McCloud, Scott. 1993. Understanding Comics The Invisible Art. New York HarperPerennial. McVicker, Claudia J. 2007. “Comic Strips as a Text Structure for Learning to Read.” The Reading Teacher 611 85–88. Parmato, Yastri Julian, Like Suci Orianty, dan Dwi Novita. 2015. Sabai Nan Aluih Komik Kaba Minangkabau. ed. Herry Nur Hidayat, Wasana, Eka Meigalia, dan Pramono. Padang SURI - FIB Unand. Pujiono, Setiawan. 2012. “Berpikir Kritis dalam Literasi Membaca dan Menulis untuk Memperkuat Jati Diri Bangsa.” Pengembangan Kebahasaan dan Kesusastraan melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal untuk Penguatan Jati Diri Bangsa 778–83. Rahmanadji, Didiek. 2012. AWAL EKSISTENSI KOMIK INDONESIA SEBAGAI PRODUK BUDAYA NASIONAL. 1. Oktober 4, 2018. Retnaningdyah, Pratiwi et al. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah SMP. Jakarta Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Santoso, Hari. 2008. Membangun Minat Baca Anak Usia Dini Melalui Penyediaan Buku Bergambar. Malang. minat baca anak usia dini melalui penyediaan buku Schwarz, Gretchen E. 2002. “Graphic novels for multiple literacies.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 463 262. Seglem, Robyn, dan Shelbie Witte. 2009. “You Gotta See It to Believe It Teaching Visual Literacy in the English Classroom.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 533 216–26. Soedarso, Nick. 2015. “Komik Karya Sastra Bergambar.” Humaniora 64 496–506. Sundusiah, Suci, Yulianeta, dan Halimah. 2009. “TRANSFORMASI SASTRA KLASIK MENJADI KOMIK SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN SASTRA ANAK.” In Konferensi Kesusastraan Internasional XX Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Bandung. Tamimy, Muhamad Fadhol. 2017. “Sejarah Perkembangan Manga di Indonesia Dari Waktu ke Waktu.” Kakkoii News. Oktober 4, 2018. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Wasana, dan Herry Nur Hidayat. 2018. Transformasi Folklore Minangkabau Menjadi Bahan Bacaan Literasi dan Pengembangan Karakter Kebangsaan. Padang. Wasana, Herry Nur Hidayat, dan Eka Meigalia. 2013. KOMIK KABA ALTERNATIF REVITALISASI SASTRA MINANGKABAU. Padang. Wiedarti, Pangesti et al. 2016. Desain induk gerakan literasi sekolah. Jakarta Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yulianeta, Halimah, dan Suci Sundusiah. 2009. Transformasi Hikayat Raja Kerang ke Dalam Komik Sastra Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Anak di Sekolah Dasar. Bandung. Yulianeta, Suci Sundusiah, dan Halimah. 2014. “Transformasi Hikayat Raja Kerang ke dalam Komik Sastra sebagai Bahan Ajar Anak di Sekolah Dasar.” In Naskah dan Relevansinya dalam Kehidupan Masa Kini, Padang PSIKM. ———. 2017. “Revitalisasi Naskah Klasik Hikayat Raja Kerang ke dalam Film Animasi sebagai Media Pembelajaran Sastra di Era Digital.” 8April 26–33. Minangkabau is one of the tribes in Indonesia that tends to use figurative language. However, as technology advances, its use has begun to diminish. one of the reasons is the young generation's lack of understanding of the meaning of the figurative language. This paper describes the effort to enhance the knowledge and understanding of Minangkabau idioms. The use of Minangkabau idioms is now suspected to be diminishing due to the limited knowledge of the younger generation of the idiom meaning. One attempt to reintroduce the meaning of the Minangkabau idiom is through transformation into an image form. This research collects idioms that are directly related to daily life. Selected idioms that carry moral contents and daily life guidance are transformed into visual forms, comic strips, and illustrations. It is expected, the transformation will increase knowledge and facilitate the understanding of the younger generation, especially towards the Minangkabau idioms. In other words, this research is one of the efforts to revitalize and socialize Minangkabau traditional culture. Herry Nur HidayatWasanaEka MeigaliaAbstrak Kaba adalah salah satu karya sastra khas Minangkabau. Seperti halnya karya sastra tradisional lainnya, kaba memiliki muatan lokal yang sarat dengan pembelajaran. Di sisi lain, minat terhadap karya sastra tradisional ini mulai memudar seiring berjalannya waktu. Artikel ini memaparkan salah satu bentuk revitalisasi kaba sebagai produk lokal Minangkabau. Melalui transformasi bentuk dari prosa menjadi komik, diharapkan minat terhadap kaba akan bertambah. Di samping itu, transformasi bentuk ini juga dapat dipergunakan sebagai pengayaan bahan ajar muatan lokal. Melalui tahap interpretasi, kaba Sabai Nan Aluih diolah dan ditransformasikan menjadi bentuk komik. Dalam hal ini, interpretasi dilakukan terhadap visualisasi tokoh dan alur cerita. Lebih lanjut, alur cerita diolah kembali sehingga jalan cerita menjadi lebih menarik. Kata kunci kaba, Sabai Nan Aluih, komik, transformasi. Abstract Kaba is one of Minangkabau literature. Like others traditional literary works, kaba has lots of local contents that is full of learning materials. But through times, the interest of this kind is fading. This article describes an alternative form to revitalized kaba. The transformation from prose to comics form, the interest of kaba may increase. Also, this transformation product could be used as learning materials enrichment of local cotents. Through interpretation, kaba Sabai Nan Aluih was processed and transformed into comic. Interpretation on characters visualization and replotting storyline may results more interesting story. Claudia McvickerTeachers can use comics for reading instruction by capitalizing on their colorful graphic representation. Technology and reading are wed during the use of the Internet, and readers must rely on their visual literacy skills–a group of vision competencies people can hone for comprehension. This article reports on strategies for developing visual literacy skills by using comic strips. Comic strips provide a quick, concise way to teach and apply reading skills for practice or remediation. Suggestions for using a comic strip comprehension game on an educational website as well as strips from the daily paper are the definition of literacy and using visual strategies comprehensively can strongly affect student learning. Educators can contribute to the growth and understanding of the world of nonprint text by helping students learn to read and create visual products critically. When educators bridge popular culture and traditional texts, students become authentically motivated and engaged in their learning. This article highlights vignettes of visual literacy at work through successful classroom SoedarsoComic book is a literary medium which communicates via images. It has been part of Indonesian culture since a long time. Back to the 9th century, reliefs of Borobudur temple are proves of the early comic culture in Indonesia. Each relief panel of the Borobudur temple was made with a series of sequential scenes that depict many scenes of the 8th century’s daily life in ancient Java and the story of Sudhana and Manohara. It was made with the same principle of any comics nowadays. This article is a literature study with data gathered from both printed and electronic media. Field observation was done as well to obtain concrete data. Based on the result, comics can be categorized by its forms and formats, such as comic strip, comic book, and graphic novel. With stunning images and increasing in genres, comics easily become one of mass culture. Comics had a lowbrow reputation for much of its history, but nowadays it recieves more and more positive recognition and within academia. Its contribution to the field of entertainment, education, and imagination, especially to the young generation, makes comics as one of the important means of communication. Michael BitzIn this arts-based literacy initiative in urban after-school environments, children brainstormed, outlined, sketched, wrote, and designed original comic books that represented their lives as urban McCloudEl autor ofrece un acercamiento al mundo de las historietas desde el punto de vista de que se trata de un medio de comunicación con una estructura y un lenguaje propio. Analizan los diversos elementos de las historietas, desde el vocabulario hasta su diseño y su akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang kuatDan Bahan BacaanGlsdan bahan bacaan GLS. Pengetahuan akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu BacaReza AkhmadAkhmad, Reza. 2015. "11 Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu Baca." Oktober 30, 2018.
Jenis Komik – Kawan-kawan pasti sudah familiar dengan komik. Betul sekali bacaan bergambar itu merupakan hiburan bagi kawan-kawan di manapun berada. Bahkan tahu tidak penggemar komik bukan saja dari anak-anak, namun orang dewasa juga suka membaca komik. Sama seperti film yang dibuat tidak lepas dari konteks sosial, komik pun demikian. Komik memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dari media komik ajaran kehidupan diajarkan dan dilestarikan kepada setiap generasi. Secara tegas komik dibuat dengan berbagai konteks sosial, ekonomi dan politik, pada masa-masa yang berbeda, karena dia berkesimpulan bahwa mengkaji komik akan memberi gambaran mengenai mentalitas suatu bangsa. Komik selalu mengikuti perkembangan zaman dari dulu hingga sekarang. Pengertian Komik1. Wil Eisner2. Muhammad Natsir Setiawan3. Marcel Danesi4. Franz dan Eisner5. Scout Mc CloudCiri-ciri Komik1. Perpaduan Cerita dan Bahasa2. Mengaduk Emosi Pembaca3. Memakai Bahasa Percakapan4. Bertema Kepahlawanan5. Penggambaran Karakter Tokoh6. Mengundang Gelak TawaJenis-jenis Komik1. Komik Strip2. Komik Buku3. Komik Humor dan Petualangan4. Komik Biografi dan Ilmiah5. Komik Edukasi6. Komik Promosi Iklan7. Komik Wayang8. Komik Silat9. Komik Tahunan10. Komik onlineFungsi Komik1. Menghibur2. Mencerdaskan3. Mengabarkan4. Melatih Sinkronisasi5. Mengisi Hari dengan BahagiaContoh-contoh Komik1. Komik Edukatif2. Komik Biografi3. Komik Petualangan4. Komik Wayang5. Komik HumorRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Sekarang komik tidak hanya dicetak dalam bentuk kertas saja. Namun perkembangan teknologi komik diproduksi dan didistribusikan melalui CD Rom. Bahkan sekarang ini juga bisa didapatkan melalui daring melalui layanan langganan. Tapi belum banyak yang tahu apa itu Komik? Jenis Komik? Fungsinya. 1. Wil Eisner Bahwa komik adalah bentuk seni; seni berturutan. gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang terjukstaposisi berderetan/bersebelahan, istilah yang sulit dalam sekolah seni dalam urutan tertentu, bertujuan untuk memberikan informasi dan/ atau mencapai tanggapan estetis dari pembaca. 2. Muhammad Natsir Setiawan Komik secara umum adalah cerita bergambar dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk, yang pada umumnya mudah dicerna dan lucu. 3. Marcel Danesi Komik adalah narasi yang dibuat melalui beberapa gambar yang diatur di dalam garis-garis horizontal, strip atau kotak panel, dan teks verbal dari kiri ke kanan runtut. 4. Franz dan Eisner Susunan cerita yang bergerak melalui gambar-gambar yang ditampilkan secara berurutan. Lebih dari itu gambar-gambar yang ada dipadukan dengan kata-kata pamungkas. 5. Scout Mc Cloud Komik adalah sekumpulan gambar statis tidak bergerak disusun rapi dan berhubungan antar gambar satu dengan lainnya. Cara menghubungkan antara gambar satu dengan lainnya menggunakan teknik bercerita. Ciri-ciri Komik Kawan-kawan pecinta komik disini juga ada lho ciri-ciri yang bisa kamu kenali lebih lanjut. Apa saja itu ciri-cirinya yuk kita bahas. 1. Perpaduan Cerita dan Bahasa Secara penampilan komik memiliki dualisme yang bisa kawan kawan amati. Komik memiki ciri khas pada kombinasi antara gambar visual dan teks. Keduanya saling bekerja sama menciptakan kreatifitas yang membuat para pecinta komik selalu ingin membaca. 2. Mengaduk Emosi Pembaca Gaya penceritaan yang memikat ditambah dengan gambar manjadi daya tarik tersendiri. Komik enggak afdhol kalau tidak ada gambarnya. Namun kenapa harus ada cerita? Ya gaya penceritaan yang mengaduk emosi pembaca sangat diperlukan sebagai alur dalam komik. Gambar menjadi penegasan terhadap emosi yang ada pada penceritaan. 3. Memakai Bahasa Percakapan Gaya bahasa yang digunakan dalam penceritaan komik juga unik. Uniknya gaya bahasa yang digunakan tidak begaya tulisan. Sebaliknya gaya bahasa pada komik menggunakan bahasa percakapan. Jadi walaupun mungkin pembahasan berat mengenai politik, percintaan, konflik sosial dan sebagainya, komik tetap ramai peminatnya. 4. Bertema Kepahlawanan Ciri khas yang dapat dikenali lagi adalah komik selalu bertemakan tentang kepahlawanan. Segmentasi pasar yang memang banyak sekali dari anak-anak terutama membuat komik mengangkat tema-tema heroik. Selain agar tetap eksis, tujuannya agar anak-anak punya semangat dan daya juang dalam melakukan kebaikan. Bahkan tidak hanya ranah itu saja, melainkan pada ranah pemikiran dan filosofis. 5. Penggambaran Karakter Tokoh Teknik penggambaran tokoh yang sangat brilian adalah ciri khas daripada komik. Hampir semua komik yang dibuat selalu menciptakan tokoh kepahlawanan yang dikenang oleh pembaca komik. Seperti halnya yang sudah kita kenal tokoh Kepahlawanan di komik DC dan MCU. Komik DC seperti The Flash, Aquaman, Deadstroke, Deadpool, Iron Man, The Atom, Ant Man, Vision, Red Tornado, Green Arrow dan Hawkeye serta masih banyak lagi. Belum komik-komik yang berasal dari negara lain seperti Jepang atau bahkan dalam negeri sendiri seperti Bima X. 6. Mengundang Gelak Tawa Humor adalah kekuatan besar yang ditawarkan oleh komik. Karakteristik yang mendarah daging ini menjadi ciri khas karya komik. Tidak mengherankan banyak sekali yang suka komik karena memang untuk menghibur siapa saja. Jenis-jenis Komik Ada banyak jenis komik yang biasanya dibuat. Setiap jenis memiliki tujuan dan ideliasasinya sendiri mengapa komik itu dibuat. Namun perbedaan jenis satu dan lainnya berguna juga untuk memberi banyak pilihan pada pembaca. 1. Komik Strip Jenis komik ini disebut juga dengan komik potongan. Karena hanya memuat beberapa panel saja. Lebih tepatnya hanya ada 3 sampai 6 panel saja dibuat. Komik jenis ini banya terdapat pada media online. Kamu dapat menghabiskan komik Strip hanya beberapa menit. Hal ini memang dikarenakan cerita yang diangkat juga tidak berat. 2. Komik Buku Berbeda dengan komik Strip yang hanya menampilkan 3 sampai 6 panel saja, komik buku bisa sampai ratusan panel. Banyaknya panel pada komik ini karena penceritaannya yang lebih kompleks. Sehingga butuh banyak panel untuk menggambarkan cerita. Komik buku bisa saja dibuat dalam beberapa series. Bisa sampai berpuluh series dalam satu jenis komik buku. Walau komik ada yang berkelanjutan sampai seperti tidak ada tamatnya, ada juga komik yang hanya selesai satu buku. 3. Komik Humor dan Petualangan Komik humor dan petualangan banyak diminati oleh anak-anak. Oleh karena komik jenis ini menawarkan kelucuan bagi anak-anak. Baik dari teks-teks percakapan yang sering mengundang gelak tawa. Sense of humor sangat tinggi hingga disebut sebagai komik humor. Sedangkan untuk komik petualangan seringkali menceritakan pertarungan antara protagonis dan antagonis. Petualangan menakjubkan berupa seperti pencarian, pembelaan, perjuangan perkelahian atau pun aksi yang lain yang termasuk jenis petualangan. Komik petualangan seringkali berakhir dengan kemenangan dari si protagonis yang berhasil mengalahkan sang antagonis. 4. Komik Biografi dan Ilmiah Komik Biografi biasanya menceritakan seorang tokoh legendaris yang semasa hidupnya memiliki keteladanan hidup. Kisah kehidupan tokoh yang ditampilkan melalui gambar berkisah. Sementara itu komik ilmiah menceritakan tentang suatu penemuan ilmiah. Gaya penulisan kisah komik biasanya merupakan percampuran antara ilmiah dan narasi. Contoh komik yang berisi campuran dari komik dan narasi antara lain penemuan listrik, penemuan lampu, penemuan telepon dan lain sebagainya. 5. Komik Edukasi Komik jenis ini bertemakan tentang edukasi tentang suatu hal. Biasanya sangat bersifat informatif karena memang bertujuan memberi tahu kepada yang lain tentang suatu pengetahuan. Misalnya saja pengetahuan tentang bagaimana pendidikan seks di usia dini. 6. Komik Promosi Iklan Komik yang dibuat untuk kepentingan promosi sebuah produk barang atau jasa. Promosi yang dilakukan dengan menggunakan komik tentu saja dikemas dalam bentuk gambar visual berurutan. Namun di dalam komik menyertakan iklan produk barang dan jasa. Tujuannya agar pembeli atau pengguna jasa tahu bagaimana kegunaan sebuah produk barang dan jasa. Banyak sekali yang menggunakan komik sebagai tempat mengiklankan produk mereka sendiri. 7. Komik Wayang Komik berusaha untuk melestarikan budaya Nusantara khususnya Jawa terkait dengan dunia pewayangan. Cerita yang dibuat seputar pewayangan seperti Mahabharata, Ramayana, Pandhawa Lima, Semar, Petruk, Gareng, dan sebagainya. 8. Komik Silat Komik jenis ini berkisah tentang pertarungan antar jagoan silat. Genrenya termasuk petualangan. Kebanyakan ditandai dengan banyaknya adegan laga atau Action dalam komik ini. Seperti yang kawan kawan tahu bahwa Naruto, One Piece, Dragon Ball dan lain sebagainya termasuk dalam kategori komik silat. 9. Komik Tahunan Komik jenis ini muncul tiap setahun cuma sekali. Karena muncul atau terbitnya cuma sekali dalam setahun biasanya komik yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Kualitas komik Tahunan tinggi dan bergengsi sehingga hanya muncul setahun sekali. 10. Komik online Komik yang terbit secara terus menerus di media online. Akses terhadap komik online menggunakan sambungan internet. Hal ini dikarenakan diterbitkan di sebuah website yang isinya komik online. Perkembangan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan membaca komik dimana dan kapan saja. Hanya berbekal smartphone yang ada di genggaman kawan kawan bisa menikmati komik online. Fungsi Komik Komik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Setidaknya ada empat fungsi dari adanya komik sebagai berikut 1. Menghibur Komik dibuat pada dasarnya untuk menghibur siapa Saja. Tidak peduli anak-anak, remaja, orang dewasa tetap fungsi komik adalah menghibur. Hiburan yang ditawarkan oleh komik adalah sekumpulan gambar statis yang memiliki alur cerita yang unik. 2. Mencerdaskan Komik selain berfungsi sebagai penghibur, juga sebagai alat untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari komik yang berlatar sejarah tokoh misalnya, mengajarkan kecerdasan bagi peminat komik. Selain itu pula banyak pembuat komik menyalurkan pengajaran di komik. Hal ini tentu saja komik menjadi berperan penting dalam mencerdaskan anak-anak sebuah negeri. 3. Mengabarkan Ya, komik berfungsi sebagai penyalur suatu informasi kepada orang yang belum tahu. Dari komik yang dibuat, peminat komik mendapatkan informasi baru tentang suatu hal. Komik memang bersifat informatif namun dengan penyampaian yang lebih unik. 4. Melatih Sinkronisasi Adanya komik bagi si pembuat komik maupun peminat ternyata sangat keren. Hal ini dikarenakan komik mengajak menyatukan antara teks abstrak dan visualisasi statis yang real sesuai dengan alur cerita. Komik melatih otak untuk melakukan terus Sinkronisasi ide dalam setiap percakapan teks dan gambar. 5. Mengisi Hari dengan Bahagia Tidak bisa dipungkiri bahwa komik telah mengisi masa kanak-kanak yang mengasyikkan dan penuh kebahagiaan. Ketika kecil hanya dengan membaca komik saja kawan kawan sudah merasa senang sekali. Dulu ingat sekali bukan kawan kawan selalu menunggu edisi terbaru tentang komik Doraemon yang terbit secara berkelanjutan? Ia adalah momen-momen yang penuh kebahagiaan bukan? BACA JUGA Rekomendasi Komik dan Manga Favorit di Gramedia Digital Rekomendasi Komik Lokal Indonesia yang Nggak Kalah Seru Pengertian Komik Jenis, Perkembangan, Genre, dan Contoh Komik One-Shot Seru yang Harus Dikoleksi Contoh-contoh Komik Berikut ini adalah contoh komik yang sudah kawan kawan ketahui tentang pengertian, ciri-ciri, jenis hingga fungsinya. Sekarang kawan-kawan inilah contoh komik berdasarkan jenis-jenisnya. 1. Komik Edukatif 2. Komik Biografi 3. Komik Petualangan 4. Komik Wayang 5. Komik Humor Jadi begitulah kawan kawan pembahasan tentang pengertian komik sampai kepada contoh-contohnya seperti di atas. Oh iyaa bagi kawan kawan yang pengen punya buku komik bisa cek rekomendasi buku-buku di bawah ini. Banyak lho buku komik yang tersedia di gerai Gramedia. So, buruan koleksi buku komik kesukaan kawan kawan biar bisa terus happy dan terus meningkatkan literasi. Plants vs Zombie Komik Dinosaurus Buah Dinosaurus yang Ajaib Buku komik dinosaurus ini sangat cocok untuk kebetulan yang punya adik kecil atau yang punya keponakan. Atau kawan kawan yang kebetulan suka dengan dunia petualangan bisa lho beli buku komik ini. Detektif Sains Anak CSI Buku komik petualangan detektif selalu melatih otak untuk ikut berpikir memecahkan masalah. Kawan kawan bisa langsung memilikinya disini ada beberapa series yang tentunya menarik dan menghibur. Shalahuddin Al-Ayyubi Rahim Sang Pembebas Buat kawan kawan yang suka dengan biografi para ulama zaman dahulu, bisa banget miliki buku ini. Buku komik yang bercerita tentang kehidupan sosok Shalahuddin Al Ayyubi. Langsung saja cek biar enggak kehabisan buku komiknya. Aku Suka Sains Antariksa Selanjutnya buku komik yang cocok buat kawan kawan yang suka menjelajah ruang angkasa. Buku komik yang mengangkat tema sains luar angkasa ini bagus untuk meningkatkan imajinasi tanpa batas. Yuk buruan beli buku komiknya! Vitamin Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Tidur? Menjaga kesehatan dengan tidur? Bagaimana tuh? Yuk kepoin langsung gimana caranya. Buku komik ini mengajak kawan kawan sekalian untuk mengamati apa yang terjadi dalam tubuh tatkala kita sedang tidur. Biar kawan kawan semua tambah bersyukur. Komik dari Twit-nya Raditya Dika Komik tentang Raditya Dika. Salah satu komika kondang yang sukses menjalankan karirnya. Bagi kawan-kawan yang ngefans dengan kak Radit wajib banget buat punya buku ini. Soalnya selain cerdas dia juga lucu. Komik Petualangan Sains Ekspedisi Laut Indonesia sangat terkenal dengan lautannya yang luas. Buku komik ini sangat cocok buat dibaca anak-anak atau kawan-kawan yang ingin mengenali Dunia laut melalui gambar berkisah. So, mau nunggu apalagi gitu lho. Saatnya mengenali dunia laut seisinya agar kita bisa menjaga alam. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Ciri-ciri Komik – Setiap komik pasti memiliki ciri-cirinya tersendiri, komik sebenarnya adalah sebuah hasil dari perpaduan seni dengan sastra. Hal itulah yang sering kali bikin komik disebut sebagai sebuah karya sastra bergambar yang berisi kata dan gambar. Komik sering dijumpai di berbagai platform seperti surat kabar, majalah, sosial media, hingga bentuk buku. Nah, untuk membedakan komik dengan karya seni yang lain, berikut ini kita akan membahas tentang ciri-ciri dari komik beserta penjelasannya. Namun, sebelum itu, Kita bahas terlebih dahulu penjelasan mengenai pengertian dari komik. A. Apa itu Komik?B. Ciri-Ciri Komik1. Bersifat Proporsional2. Adanya Bahasa Percakapan3. Muncul Sikap Kepahlawanan4. Penggambaran Watak5. Mengandung HumorC. Jenis-Jenis Komik1. Komik Strip2. Komik Buku3. Komik OnlineD. Genre Komik Dan Contohnya1. Komik Non-Fiksi2. Komik Fiksi Ilmiah3. Komik Superhero4. Komik MisteriE. Contoh Komik Indonesia1. Komik Mahabharata2. Komik Si Buta dari Gua Hantu3. Komik Benny & Mice4. Komik Gundala5. Komik Put OnRekomendasi Buku & Artikel TerkaitBuku TerkaitMateri Terkait Fisika A. Apa itu Komik? Seperti yang sudah dijelaskan pengantar di atas, dalam buku Tips Menggambar Komik karangan Setiawan G Sasongko, komik adalah kata yang berasal dari Bahasa Yunani, yaitu komikos. Komikos sendiri bisa dimaksudkan sebagai candaan atau suka cita. Komik awalnya memang memiliki karakteristik komedi dan bertujuan untuk sebagai hiburan. Pendapat tersebut juga sama dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, KBBI mengungkapkan bahwa komik merupakan sebuah cerita bergambar yang memiliki sifat yang mudah dicerna dan lucu atau menghibur. Sifatnya yang mudah dipahami dan lucu tersebut menjadikan komik sangat mudah berkembang dari waktu ke waktu. Di era modern sekarang ini, komik menjelma menjadi sebuah karya seni gambar yang memiliki banyak peminat. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya komik yang sudah dibukukan dan terbit hingga ratusan episode serta melimpahnya berbagai aplikasi yang menyediakan komik. Komik menjadi sarana hiburan yang tepat karena memudahkan pembaca untuk menyimak sebuah cerita sekaligus menghibur pembaca dengan gambar dan kata-kata yang ada didalamnya. Selain memiliki fungsi hiburan, akhir-akhir ini komik merambah di berbagai platform dengan berbagai jenis maksud. Tak jarang juga banyak komik yang membahas topik-topik serius seperti politik, hukum, hingga sosial masyarakat. Komik juga sering digunakan sebagai bentuk pesan sindiran kepada pihak tertentu. Namun, banyak juga yang menjadi komik sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan buku komik yang berjudul Dari Wayang Beber sampai Komik Digital buah karya Indiria Maharsi, komik adalah kumpulan gambar atau lambang yang mempunyai urutan cerita tertentu. Menurutnya, bentuk komik dibuat seperti itu karena memiliki tujuan untuk memberi informasi dan memuaskan kesan estetik dari para pembaca. Para komikus atau seniman pembuat komik dapat mengekspresikan gambar demi gambar dengan menggunakan segala ruang atau media yang ada untuk membentuk sebuah alur cerita tertentu. Komikus yang berhasil biasanya merupakan seseorang yang memiliki dua skill sekaligus agar dapat memadukan antara menggambar dan mengarang sebuah alur cerita. Nah, setelah memahami tentang pengertian dari komik, berikut ini adalah penjelasan dari ciri-ciri komik dari Ricky W. Putra dan Ricky W. Putra mengungkapkan dalam karyanya yang berjudul Pengantar Desain Komunikasi Visual dalam Penerapan yang diterbitkan tahun 2020 lalu, komik memiliki lima ciri-ciri utama, di antaranya yaitu 1. Bersifat Proporsional Pertama, salah satu ciri utama dari komik yaitu memiliki sifat yang proporsional. Sifat proporsional memiliki maksud bahwa komik dapat menggugah perasaan atau rasa emosional dari pembaca. SIfat ini akan membuat pembaca masuk ke dalam cerita dan merasa terlibat sebagai salah tokoh komik yang sedang dibaca. 2. Adanya Bahasa Percakapan Kedua, salah satu ciri komik selanjutnya adalah adanya bahasa percakapan. Sebagai karya seni yang memiliki alur cerita, komik sangat sering menggunakan percakapan untuk lebih menguatkan cerita sekaligus sebagai cara untuk memudahkan pembaca untuk memahami gambar. Selain itu, komik juga lebih sering menggunakan bahasa percakapan sehari-hari sehingga sangat mudah dipahami oleh pembaca. 3. Muncul Sikap Kepahlawanan Ketiga, salah satu karakteristik komik yaitu munculnya sikap kepahlawanan dari salah satu tokoh atau tokoh utama. Hal itulah yang sering membangkitkan perasaan atau sikap menjadi pahlawan dari para pembacanya. 4. Penggambaran Watak Keempat, salah satu ciri-ciri komik adalah penggambaran watak. Tokoh yang digunakan dalam komik mayoritas memiliki watak yang sederhana. Penggambaran watak yang mudah dan sederhana ini memiliki tujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami tokoh dan wataknya. 5. Mengandung Humor Terakhir, mengandung humor adalah salah satu ciri-ciri utama dari komik. Sebagai salah satu karya seni yang sangat banyak penggemarnya, komik disukai karena mengandung banyak humor. Hal itulah yang membuat banyak pembaca menjadi terhibur dan senang melakukan aktivitas membaca komik. Selain pendapat di atas, dilansir dari lama komik juga memiliki enam ciri-ciri atau karakteristik. Berikut ini adalah ciri-ciri komik yang perlu diperhatikan, yaitu C. Jenis-Jenis Komik Setelah memahami pengertian dan ciri-ciri atau karakteristik dari komik, berikut ini adalah jeni-jenis berdasarkan bentuk dari komik, yaitu 1. Komik Strip Komik strip atau biasa disebut dengan komik potongan merupakan jenis komik yang hanya terdiri dari beberapa panel sebuah gambar. Namun, komik strip tetap mengungkapkan gagasan isi dan alur ceritanya secara utuh. Komik strip mudah sekali ditemukan dalam berbagai surat kabar atau majalah anak seperti Majalah Bobo atau Harian Kompas. Komik strip dibuat tidak dengan gambar yang banyak, melainkan hanya dibuat dengan gambar yang sedikit. Hal itu menyebabkan komik jeni ini tidak terlalu banyak dalam menyampaikan gagasan atau pesannya. Komik strip lebih fokus kepada satu isu saja, misal tanggapan dari sebuah peristiwa atau isu-isu yang sedang ramai dibicarakan publik. 2. Komik Buku Salah satu jenis komik yang paling banyak diminati yaitu komik buku. Sesuai namanya, komik buku adalah jenis komik yang dibuat dalam bentuk buku. Ditambah lagi, dalam satu buku komik hanya memuat satu cerita yang utuh. Komik buku umumnya diterbitkan dalam bentuk seri buku, dalam satu buku komik bisa jadi memiliki puluhan hingga ratusan seri bahkan ada yang masih belum tamat. Adapun komik yang menampilkan cerita yang berkelanjutan, namun ada juga yang hanya untuk beberapa seri saja. 3. Komik Online Komik online bisa dikatakan sebagai komik yang paling sering dibaca orang di era digital sekarang. Internet telah membuat perubahan terhadap ekosistem komik, di mana dahulu komik hanya bisa dibaca dengan cara membeli buku komiknya. Namun, sekarang banyak komik online bertebaran di internet yang dapat dibaca. Biaya yang murah dan ringkas membuat orang-orang mulai berpindah dari membaca komik buku menjadi komik online. Banyaknya minat pembaca komik online, akhirnya membuat para komikus yang berbakat pun terjun untuk mengembangkan diri untuk menggambar komik online. Beberapa platform untuk membaca komik secara online pun bermunculan , seperti Webtoon Line. Webtoon dari Line ini merupakan salah satu platform baca komik terpopuler saat ini. Aplikasi komik asal Korea Selatan ini memuat ratusan komik setiap harinya, bahkan tercatat ada banyak sekali komikus dari berbagai negara yang ada di dalamnya, seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, hingga Indonesia. D. Genre Komik Dan Contohnya Setelah memahami pengertian, ciri-ciri, hingga jenis-jenis berdasarkan bentuk dari komik. Selanjutnya akan dibahas jenis-jenis komik berdasar genre dari komik. Adapun beberapa di antaranya yaitu komik non fiksi, komik fiksi ilmiah, komik superhero, hingga komik misteri. Nah, berikut ini adalah empat jenis komik berdasarkan genrenya, diantaranya yaitu 1. Komik Non-Fiksi Salah satu jenis komik yang paling banyak diproduksi selama ini adalah komik dengan genre non-fiksi. Komik jenis ini sebenarnya hampir sama seperti buku non-fiksi lainnya, hanya saja komik non-fiksi menggunakan gambar untuk menceritakan ceritanya. Dalam komik non-fiksi juga mengandung cerita tentang pengalaman hidup atau peristiwa dalam keseharian yang bersumber dari kisah nyata. Walaupun begitu, komik dengan genre non-fiksi ini tidak mirip dengan gaya bercerita yang ada pada buku biografi yang sangat detail dan lengkap. Komik non-fiksi biasanya malah dapat jauh lebih dalam dan juga berkesan, karena ada gambar sekaligus teks yang mempermudah pembaca untuk terlibat dalam cerita. Beberapa contoh judul komik dengan genre non-fiksi yaitu seperti The Complete Persepolis, Fun Home, Maus A Survivor’s Tale, dan lain sebagainya. 2. Komik Fiksi Ilmiah Komik fiksi ilmiah merupakan komik yang memiliki genre tentang masa depan atau menggunakan teknik membangun dunia yang akan datang. Cerita yang dibangun dalam komik fiksi ilmiah kebanyakan menekankan pada sebuah kemajuan teknologi yang canggih, perjalanan antar waktu, hingga eksplorasi antar galaksi atau ruang angkasa serta para aliennya. Tidak hanya itu, isu yang diangkat dalam komik dengan genre fiksi ilmiah adalah tentang masa depan umat manusia. Isu masa depan yang paling sering meliputi dua hal, yaitu tentang masa depan dunia manusia yang sangat berkembang dan menjadi lebih baik, atau malah masa depan dunia manusia yang runtuh dan kemudian terancam punah. Beberapa judul komik dengan genre fiksi ilmiah yang sangat populer dan bagus dapat dengan mudah ditemukan di banyak tempat. Beberapa judul komik fiksi ilmiah yaitu seperti Paper Girls, Saga, The Incal, dan lain sebagainya. 3. Komik Superhero Selanjutnya, salah satu jenis komik yang memiliki penjualan tertinggi di pasar adalah komik dengan genre superhero. Alasan jenis komik dengan genre superhero begitu banyak diminati oleh para pembaca adalah visual yang sangat menarik. Komik superhero hampir pasti memiliki kekuatan atau senjata utama pada cerita yang heroik dan ilustrasi gambar yang sangat apik. Jadi, tidak heran apabila banyak orang sangat menyukai komik genre ini. Sudah menjadi hal yang umum bahwa mayoritas orang selalu ingin menjadi pahlawan yang memberantas segala kejahatan. Karakter yang disajikan di dalam komik dengan genre superhero hampir selalu bisa membuat pembaca ingin menjadi seorang pahlawan. Komik superhero menyajikan manusia super yang bisa terbang, berlari dengan kecepatan cahaya, hingga manusia yang bisa menembakkan jaring laba-laba. Dalam cerita komik superhero digambarkan bahwa semua orang ingin menjadi pahlawan super untuk melawan orang jahat dan menyelamatkan kota. Plot tersebut adalah jenis alur cerita yang paling banyak digunakan komik genre superhero. Judul komik superhero sudah sangat terkenal dan mudah ditemukan, di antaranya seperti Superman, Flash, Spiderman, Batman, dan lain sebagainya 4. Komik Misteri Terakhir, salah satu jenis komik yang sudah tidak asing dan cukup banyak penggemarnya adalah komik dengan genre misteri. Komik genre ini hampir selalu berhasil membuat pembaca tertarik dan sangat penasaran. Hal itu dikarenakan tokoh dan dialog yang digunakan di dalamnya akan membuat pembaca menjadi selalu penasaran untuk memecahkan pertanyaan yang sebenarnya dalam cerita. Ketika membaca komik dengan genre misteri ini, pembaca juga akan terlibat untuk mengartikan sekaligus mencoba memecahkan kejahatan atau kejanggalan yang disajikan dalam cerita. Ada banyak judul komik dengan genre misteri yang bisa dengan mudah ditemukan di pasaran, misalnya seperti Blacksad, The Fade Out, My Favorite Thing Is Monsters, dan masih banyak lagi. tiga judul komik misteri tersebut juga menjadi bacaan wajib bagi penggemar cerita dengan genre misteri. E. Contoh Komik Indonesia Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, hingga jenis-jenis berdasarkan bentuk dan berdasarkan genre dari komik. Selanjutnya akan dibahas contoh komik yang pernah dibuat di Indonesia. Adapun beberapa di antaranya yaitu komik tentang kisah legenda seperti Si Buta dari Gua Hantu, Mahabarat hingga kisah superhero asal Indonesia seperti Gundala, dan lain sebagainya. Nah, berikut ini adalah lima contoh komik asli Indonesia yang sangat populer di masanya, diantaranya adalah 1. Komik Mahabharata Komik Mahabharata merupakan komik yang bercerita tentang kisah terbesar dari India kuno. Komik dibuat oleh salah satu seniman legendaris asal Indonesia yaitu Kosasih. Secara garis besar, komik mahabharata ini mengangkat kisah yang melibatkan Pandawa Lima melawan Kurawa untuk memperebutkan tahta Hastinapura. Komik ini telah berhasil mengubah kisah pewayangan menjadi sebuah buku komik yang sangat ramah untuk dibaca anak-anak hingga orang dewasa. 2. Komik Si Buta dari Gua Hantu Komik Si Buta dari Gua Hantu merupakan karya dari salah satu komikus terkenal asal Indonesia yaitu Ganeh TH. Komik ini menceritakan kisah dari seorang pesilat nusantara yang berhasil membuat para pembacanya berdecak kagum karena aksinya. Pada akhir tahun 1970, komik Si Buta dari Gua Hantu telah diangkat ke layar kaca untuk menjadi sebuah film dengan genre laga dengan judul yang sama. 3. Komik Benny & Mice Komik Benny and Mice awalnya memiliki bentuk sebagai komik strip atau komik potongan. Nama komik Benny & Mice ini merupakan nama dari kedua komikus pembuatnya yaitu Benny Rachmadi dan Muhammad “Mice” Misrad. Surat Kabar Harian Kompas merupakan koran yang setiap minggu menerbitkan komik Benny and Mice ini. Komik Benny and Mice merupakan sebuah komik yang menceritakan kondisi Jakarta sebagai kota metropolitan. 4. Komik Gundala Komik Gundala merupakan komik dengan genre superhero asli Indonesia. Komik ini adalah salah satu karya dari komikus yang bernama Hasmi atau yang lebih dikenal sebagai Harya Suraminata. Tokoh Gundala sendiri pertama kali hadir dalam komik Gundala Putra Petir. Nama Gundala merupakan kata yang diambil dari Bahasa Jawa, yaitu Gundolo yang memiliki arti sebagai petir. 5. Komik Put On Terakhir, komik Put On karya Kho Wang Gie merupakan salah satu komik tertua dalam sejarah bangsa Indonesia. Komik yang pertama kali dirilis di Koran Sin Po pada 1931 ini merupakan komik yang dibuat pada era pendudukan kolonial Belanda. Komik Put On ini terbit dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Jumat dan hari sabtu. Bahasa yang digunakan dalam komik ini juga masih dengan Bahasa Melayu. Komik legendaris ini termasuk ke dalam jenis komik strip bergenre jenaka atau komedi. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
AbstrakMedia komik ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi berbahasa siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Researchand Development R & D yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan dengan model ADDIE melalui beberapa tahapan diantaranya Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian siswa kelas 3 dengan jumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data berupa validasi dari ahli media dan materi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa media komik yang dihasilkan 1 kevalitan data yang diperleh dari penilaian ahli media 85% dan dari ahli materi 90% yang masuk dalam kategori sangat baik. 2 Respon dari angket guru dan siswa terhadap penggunaan media komik juga masuk dalam kategori yang sangat baik, perolehan angket guru adalah 90% dan angket respon siswa memperoleh skor 3 hasil observasi kompetesi berbahasa siswa mengalami peningkatan dari sebelum menggunakan media komik hanya dan setelah menggunakan media komik menjadi artinya kompetensi berbahasa siswa meningkat Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, angket respon guru dan siswa yang rata-rata menunjukan kategori baik, maka media komik Bahasa Indonesia yang dikembangkan layak digunakan untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi kunci komik, kompetensi berbahasa siswaAbstractThis comic media aims to develop the language competence of students in 3rd grade Indonesian language learning. This study uses a type of research Research Development R & D that uses the ADDIE development model. Development with the ADDIE model through several stages including Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Research subjects in grade 3 students with a total of 20 people. The data collection technique is in the form of validation from media and material experts. The results of the study show that the comic media produced 1 the validity of the data obtained from the assessment of media experts is 85% and from the material experts 90% are included in the excellent category. 2 The responses from teacher and student questionnaires to the use of comic media also fall into a very good category, the acquisition of teacher questionnaires is 90% and the student questionnaire scores 3 the results of the observation of language competency of students experienced an increase from before using the comic media only and after using the comic media became meaning that students' language competencies increased by Based on the results of the validation of material experts, media experts, teacher and student response questionnaires which showed good categories on average, the Indonesian language comic media developed properly was used to help students improve their language comics, student language competence Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 124 JURNAL CAKRAWALA PENDAS Media Publikasi pada Bidang Pendidikan Dasar p-ISSN 2442-7470 e-ISSN 2579-4442 Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli 2019 ______________________________________________________________________ PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA PADA SISWA KELAS 3 SD Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Program Studi FKIP-PGSD, Universitas Kristen Satya wacana Salatiga, 292014054 , Abstrak Media komik ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi berbahasa siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Researchand Development R & D yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan dengan model ADDIE melalui beberapa tahapan diantaranya Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian siswa kelas 3 dengan jumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data berupa validasi dari ahli media dan materi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa media komik yang dihasilkan 1 kevalitan data yang diperleh dari penilaian ahli media 85% dan dari ahli materi 90% yang masuk dalam kategori sangat baik. 2 Respon dari angket guru dan siswa terhadap penggunaan media komik juga masuk dalam kategori yang sangat baik, perolehan angket guru adalah 90% dan angket respon siswa memperoleh skor 3 hasil observasi kompetesi berbahasa siswa mengalami peningkatan dari sebelum menggunakan media komik hanya dan setelah menggunakan media komik menjadi artinya kompetensi berbahasa siswa meningkat Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, angket respon guru dan siswa yang rata-rata menunjukan kategori baik, maka media komik Bahasa Indonesia yang dikembangkan layak digunakan untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi berbahasanya. Kata kunci komik, kompetensi berbahasa siswa Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 125 Pendahuluan Mengubah cara berpikir manusia menjadi lebih maju dan selalu berkembang dapat dilakukan melalui pendidikan. Pemerintah harus memperhatikan dan memperbaikiki kualitas pendidikan di Indonesia, mengingat Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang. Kualitas pendidikan dapat diperbaikai dengan banyak cara yang digunakan. Cara yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan salah satunya dengan mengembangkan aspek dalam pendidikan yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran siswa. Pengembangan media pembelajaran siswa yang dilakukan agar siswa dapat mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki siswa. Menurut Budiarti dan Haryanto 2016234 media pembelajaran merupakan salah satu alat bantu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang merupakan sarana komunikasi baik berupa media cetak maupun dengar. Media pembelajaran mempermudah siswa untuk untuk melihat hal yang sama dengan siswa laian melelui penjelasan guru. Penggunaan media merupakan faktor penting dalam kegiatan pembelajaran, penerapan media pembelajaran dimaksudkan agar belajar menjadi efektif, efisien,cepat, luas, banyak, dan bermakna bagi siswa. Media pendidikan yang dikembangkan hususnya pada jenjang SD salah satunya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa. Disampaikan oleh Budiarti dan Haryanto 2016234 pembelajaran Bahasa Indonesia di SD dapat membantu siswa mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang laian, melalui bahasa siswa dapat mengemukakan gagasan dan perasaan dengan menggunakan kemampuan imajenatif yang dimilikinya. Definisi kompetensi menurut PP No 74 tahun 2008 adalah seperangat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasi oleh siswa dalam pembelajaran. Salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan dan ditekankan terutama di Sekolah Dasar adalah kompetensi berbahasa. Kompetensi berbahasa menurut Tarigan 20082 membagi kompetensi berbahsa menjadi empat keterampilan yaitu keterampilan menyimak listening skills, keterampilan berbicara speaking skills, keterampilan membaca reading skills, dan keterampilan menulis writing skills yang merupakan satu kesatuan yang saling terkait disebut catur tunggal. Halimah 200810 menyatakan standar kompetensi yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, menimbulkan penghargaan terhadap hasil karya manusia. Standar kompetensi tersebut dimaksudkan agar siswa dapat sisap menghadapi situasi multiglobal lokal yang berorientasi pada masa depan. Guru dapat membantu siswa membangun strategi komunikasi untuk menghadapi situasi kritis yang dihadapi siswa dengan cara memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pebelajaran Bahasa Indonesia. Halijah 2017326 aspek yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa yang baik dan benar dengan menguasai banyak kosa kata, penguasaan kosa kata dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mutlak harus ditingkatkan dalam proses belajar mengajar sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Hasil wawancara dan observasi yang dlakukan di SD Negeri Langensari 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ditemukan beberapa permasalan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang menunjukkan 1 guru kurang memiliki media belajar yang beragam untuk menyampaikan materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.2 sekolah membutuhkan media berupa buku cerita yang sangat dibutuhkan siswa untuk mengembangkan imajinasinya.3 guru belum mimiliki alat yang efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.4 buku pelajaran siswa kurang memberikan materi yang menarik untuk tercapainya kompetensi berbahasa siswa. Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 126 Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakuakn oleh Listiyawati 201262 yang menyatakan bahwa dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran guru mengalami kesulitan. Penelitian yang dilakukan oleh Sundari, dkk 2018272 menyatakan bahwa buku cetak siswa yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran kurang memberikan materi yang kurang menarik bagi siswa. Berdasarkan beberapa hasil penelitian lain dan observasi di lapangan maka dilakuakn pengembangan media pembelajaran berupa komik pendidikan yang digunakan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3 pada kurikulum KTSP untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa. Permaslahan lain yang muncul relevan dengan penelitian yang dilakukan Zulaeha 201398 model pembelajaran Bahasa Indonesia yamg meliputi aspek membaca, menulis, menyimak dan berbicara cenderung monokultural dalam pelaksanaan dan penyajiannya, dalam buku pelajaran lebih mengankat budaya dari satu daerah tertentu, dan dalam pelaksanaannya belum menggunakan pendekatan dan metode tertentu yang dapat menggali potensi budaya yang dimiliki siswa. Media merupakan bahasa latin dari kata jamak medium yang berarti perantara atau pengantar secara harafiah. Medeo adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne 1970 menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Briggs 1970 berpendapat media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Relevan dengan penelitian yang dilakuakan oleh Anugraheni 2018 134 Perangkat adalah alat/media yang digunakan untuk mencapai satu tujauan atau hasil yang diharapkan. Perangkat pembelajaran dapat diartikan sebagai alat yang digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran sehingga tercapai interaksi antara guru dan siswa. Interaksi antara guru dan siswa tertuang dalam kegiatan pembelajaran. Anugraheni, Kristin, dkk 201835 menyatakan perangkat pembelajaran yang dihasilkan harus sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, perangkat pembelajaran yang disusun dan dirancang berguna untuk proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Dari penjelasan mengeni perangkat atau media pembelajaran dan melihat hasil obserfasi di lapangan maka yang dikembangkan pada penelitian ini adalah media komik untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Komik merupakan salah satu media belajar dalam bentuk seni rupa dua dimensi yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disususn sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Komik biasanya dicetak di atas media berupa kertas yang dilengkapi dengan teks berisi sebuah cerita. Menurut KBBI, komik adalah cerita bergambar di majalah, surat kabar, atau bentuk buku yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Mc. Cloud 2002 mengemukakan bahwa gambar-gambar yang berurutan merupakan sarana komunikasi yang unggul. Hidayah 201737 komik adalah satu kartun yang mengungkapkan satu karakter yang memerankan satu cerita dalam urutan yang erat, dihubunkan dengan gambar untuk memberikan hiburan bagi pembaca, digunakan sebagai sumber belajar siswa untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Menurut Hurlock 1978 komik merupakan media yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan kepribadian anak, komikpun dapat dipergunakan sebagai sarana komunikasi, menyampaikan cerita, pesan, dan bahkan sampai pada hal-hal yang berbau ilmiah. Indaryari dan Jailani 201587 menyatakan media komik berpotensi lebih disukai siswa dikarenakan gambar dalam komik dapat menghidupkan deretan teks dan tulisan yang menyertainya, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Siswa dapat membayankan terlebih dahulu apa yang menjadi topik inti yang dipelajari melalui gambar. Budiarti dan Haryanto 2016235 media komik berfunsi sebagai penyampai pesan yang dikemas dalam bentuk yang menarik agar siswa lebih tertarik untuk belajar, tahap pembuatan media komik meliputi 1 tahap pengidentifikasian Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 127 target, 2 pengidentifikasian warna, dan 3 pembuatan sekenario. Pengembangan media komik dalam kegiatan belajar mengajar di SD bertujuan untuk memberikan inovasi dalam memperkaya media pembelajaran. Komik pembelajaran ini berisi gambar khas yang berurutan dilengkapi dengan panduan kata-kata yang dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan motivasi siswa dan minat siswa untuk belajar Bahas Indonesia. Penelitian pengembangan media komik ini dapat membatu siswa dalam mengembangkan kompetensi berbahasanya di sekolah melalui proses pembelajaran oleh guru, dimana keterampilan berbahasa siswa akan tampak secara langsung dalam kegiatan komunikasinya sehari-hari. Dapat diperkuat melalui hasil penelitian oleh Ambaryani dan Airlanda 2017 19 di SD Negeri Ngagrong, Ampel yang membuktikan bahwa melalui media komik siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan media komik dapat membatu siswa dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode Penelitian Model penelitian yang digunakan adalah Reaseacrch and Development R & D. Jenis pengembangan yang digunakan adalah procedural desain pembelajaran dari ADDIE Pribadi,201125 yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation, dimana data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang didapatkan melalui angket. Menurut Sugiyono 2013 mendefinisikan metode penelitian pada dasarnya adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Data yang didapat kemudian akan diolah dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil validasi layak atau tidaknya penggunaan media komik dari angket ahli media, ahli materi, guru dan siswa terhadap penggunaan media komik kemudian dikonversi ke dalam skala Likert. Tabel 1. Interpretasi Skor pada model ratingscale Sugiyono, 2013 170 Penelitian dilaksanakan pada 13-14 Maret 2019 di kelas 3 SD N Langensari 02 dengan subjek penelitian siswa kelas 3 yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini selain untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media komik juga untuk mengetahui peningkatan kemampuan kompetensi berbahasa siswa sebelum dan sesudah menggunakan media komik. Peningkatan kemampuan kompetensi berbahasa siswa diukur melalui lembar observasi kompetensi berbahasa siswa. Hasil dan Pembahasan Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa komik “Buah Kejujuran” untuk siswa kelas 3 SD untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Pengembangan ini dilakukan dengan model ADDIE diantaranya Analisis Analysis Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, hasil analisis kebutuhan berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran lain yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara guru di sekolah, membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran khususnya komik masih jarang digunakan. Selain itu media yang digunakan siswa untuk meningkatkan kompetensi berbahasanya juga masih dianggap kurang. Analisis Kurikulum dan Materi Analisis yang dilakukan selanjutnya sesuai dengan analisis yang ada dalam kurikulum 2006 Bahasa Indonesia untuk kelas 3 SD semester genap dengan beberapa Standar Kompetensi SK dalam aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Diturunkan menjadi satu Kompetensi Dasar KD dalam setiap aspek yang ada. Media pembelajaran komik yang disusun dari aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dapat diperoleh indikator berdasarkan materi yaitu 1 Menirukan dialog yang ada dalam komik, 2 Menceritakan peristiwa/ permainan yang ada dalam komik, 3 Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 128 Menjawab pertanyaan yang ada dalam bacaan komik, 4 Menuliskan kembali isi cerita dalam komik dengan bahasa sendiri. Tahap Pengembangan Development Dalam tahap pengembangan produk berupa media komik Bahasa Indonesia “Buah Kejujuran” dapat diuraikan komponen yang ada dalam media komik sebagai berikut. 1. Tampilan Cover 2. Tampilan SK, KD dan Indikator Komik 3. Tampilan Pedoman Penggunaan Komik 4. Tampilan pengenalan Tokoh 5. Tampilan Pesan dalam Komik 6. Tampilan Kegiatan Latihan Soal Tahap Implementasi Tahap hasil validasi ahli media dan materi dilakuakn oleh dosen dari Universitas Kristen Satya Wacana UKSW sebagai pakar ahli media dan materi. Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Media Berdasar penilaian validasi ahli media dapat diperoleh hasil dari aspek Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 129 penelian tampilan 20 dengan skor rata-rata Penelian dalam aspek bahan diperoleh penilian 8 dengan skor rata-rata 4. Dalam aspek pembelajaran diperoleh penilaian 6 dengan skor rata-rata 3. Kesimpulan hasil penilaian keseluruhan aspek adalah 34 dengan rata-rata 85% penilaian dari ahli media ini bila dilihat dari intepretasi skor model ratingscale masuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian ahli media produk media komik yang dikembangkan layak untuk diuji coba lapangan, namum berdasarkan saran dan masukan dari ahli media mengenai beberapa aspek media yang kurang dalam komik maka dilakukan revisi media komik sebelum diuji cobakan di lapangan. Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi Berdasar penilaian validasi ahli materi maka dapat diperoleh hasil dari aspek penelian pembelajaran 22 dengan skor rata-rata Penelian dalam aspek isi atau materi diperoleh penilian 14 dengan skor rata-rata Kesimpulan hasil penilaian keseluruhan yang dilakukan oleh ahli media dari semua aspek adalah 36 dengan rata-rata 90% penilaian ini masuk dalam kategori sangat baik bila dilihat dari intepretasi skor model ratingscale. Dapat disimpulkan bahwa produk media komik yang dikembangkan layak untuk diuji cobakan, namun berdasarkan saran dan masukan dari ahli materi mengenai beberapa kekurangan dalam aspek materi di dalam komik maka perlu adanya revisi sebelum komik diujicoba lapangan. Tabel 4. Hasil Angket Respon Guru Berdasarkan penilaian angket guru maka dapat diperoleh penilaian dari aspek pembelajaran adalah 15 dengan skor rata-rata dari aspek isi/materi diperoleh penilaian 11 dengan rata-rata skor dan pada aspek bahasa diperoleh penilaian 10 dengan skor rata-rata kesimpulan dari penilaian keseluruhan aspek adalah 36 dengan rata-rata nilai 90%, penilaian ini masuk dalam kategori sangat baik sehingga media komik layak untuk di uji cobakan ke siswa kelas III karena sesuai dengan kebutuhan siswa dalam khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia. Sesuai dengan pendapat Sudjana Rivai 201369 sebagai media pembelajaran komik dapat digunakan guru secara efektif untuk meningkatkan minat, perbendaharaan kata, keterampilan membaca siswa. Tabel 5. Hasil Angket Respon Siswa Kesesuan tampilan penyajian Kesesuaian materi dengan media Perhatian terhadap isi media komik Kemudahan memahami isi cerita Hasil validasi angket siswa dalam uji coba lapangan dengan 20 siswa sebagai responden diperoleh penilaian pada aspek media dengan jumlah 149 dengan rata-rata skor penilaian dalam aspek materi diperoleh jumlah 300 dengan rata-rata skor dan penilaian dalam aspek isi cerita diperoleh jumlah 301 dengan skor rata-rata Kesimpulan hasil validasi respon siswa dalam uji coba lapangan terhadap penggunaan media komik memperoleh total skor keseluruhan 750 dengan rata-rata penilaian 93,7% yang masuk dalam kategori sangat baik, hal ini menunjukan bahwa seluruh siswa merespon baik terhadap penggunaan media komik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Menurut Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 130 Sudjana Rivai 200269 menyatakan bahwa komik sebagai sumber belajar harus didesain berisi materi-materi keilmuan yang mampu menumbuhkan minat baca siswa yang tadinya rendah. Hal tersebut disebabkan komik pendidikan mengandung gambar-gambar, ilustrasi berwarna, alur cerita yang ringkas, dan perwatakan yang realistis sehingga lebih menarik minat siswa untuk membaca. Tahap hasil observasi peningkatan kompetensi berbahasa siswa sebelum dan sesudah menggunakan media komik. Hasil observasi ini untuk mengetahui hasil perbandingan kemampun kompetensi berbahasa siswa sebelum dan sesudah penggunaan media komik, observasi ini dilakukan dengan 20 siswa sebagai responden. Berikut tabelhasil perbandingan kompetensi siwa sebelum dan sesudah menggunakan media komik yang terbagi dalam empat aspek membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Tabel 6. Hasil Observasi Siswa Sebelum Penggunaan Media Komik Hasil observasi siswa sebelum menggunakan media komik diperoleh hanya dalam aspek kompetensi berbahasa siswa, artinya hanya sekitar 10 siswa yang kompetensi berbahasanya baik. Dalam aspek kompetensi menulis diperoleh 45%, artinya bila dirata-rata hanya 9 siswa dari 20 siswa yang kompetensi menulisnya baik. Diperoleh hasil dari aspek kompetensi menyimak sebelum menggunakan media komik, artinya hanya bila dirata-rata hanya 9 siswa yang memiliki kompetensi menyimak baik. Terakhir dalam aspek kompetensi berbicara diperoleh hasil 50%, artinya rata-rata hanay 10 siswa dari 20 siswa yang memiliki kompetensi berbicara yang baik. Tabel 7. Hasil Observasi Siswa Setelah Penggunaan Media Komik Peningkatan aspek kompetensi membaca meningkat sebesar diperoleh dari hasil sebelum menggunakan media komik adalah sedangkan hasil setelah menggunakan media komik adalah 75%. Peningkat aspek kompetensi menulis mencapai 25%, dimana sebelum menggunakan media komik hasil yang diperoleh adalah 45% sedang hasil setelah menggunakan media komik menjadi 70%. Dalam aspek kompetensi menyimak meningkat sebelum menggunakan media komik diperoleh hasil sedang setelah menggunakan media komik meningkat menjadi 70%. Peningkatan terakhir terdapat dalam aspek kompetensi berbicara mencapai 20% dimana sebelum menggunakan media komik diperoleh hasil 50% namun setelah menggunakan media komik hasil yang diperoleh adalah 70%. Dapat diperoleh rata-rata hasil observasi siswa sebelum menggunakan media komik adalah 48% dan sesudah menggunakan media komik adalah sehingga disimpulkan bahwa media komik yang dikembangkan dapat meningkatkan kompetensi berbahasa yang dimiki oleh siswa sebesar Berdasarka pendapat dari Daryanto 2010139-140 komik dapat menambah kemampuan membaca siswa serta penguasaan kosakata yang jauh lebih banyak dari pada siswa yang tidak menyukai komik. Maka dengan adanya kecenderungan inilah komik dibuat dengan berisikan materi pelajaran agar siswa lebih suka untuk membaca dan belajar. Dibandingkan dengan penggunaan media buku teks yang tidak bergambar serta tidak mengandung ilustrasi yang menarik, komik diharapkan dapat membangkitkan minat siswa untuk lebih rajin belajar sehingga hasil belajarnya dapat meningkat. Diperkuat melalui penelitian yang dilakukan oleh Budiarti dan Haryanto 2016 yang menyatakan bahwa media Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 131 komik dapat meningkatkan daya ingat karena siswa belajar dengan cara yang menyenangkan melalui cara mereka sendiri dengan imajenasi yang diarahkan dari pemberian materi yang ada di dalam komik. Hal ini membuktikan bahwa melalui media komik siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan berbahasanya. Kesimpulan Menurut hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh simpulan terhadap media komik Bahasa Indonesia ”Buah Kejujuran” sebagai berikut 1 Media komik pembelajaran Bahasa Indonesia ”Buah Kejujuran” dapat dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. 2 Efektifitas media komik pembelajaran Bahasa Indonesia ”Buah Kejujuran” dapat diketahui dan dilihat dari hasil penelitian berikut. 3 Hasil dari validasi ahli media 85% dengan kategori sangat baik. Hasil validasi ahli materi 90% dengan kategori sangat baik. 4 Hasil angket respon guru 90% dengan kategori sangat baik. Hasil angket respon siswa dengan kategori sangat baik. 5 Hasil observasi kompetensi berbahasa siwa sebelum meggunakan media komik dengan katgori cukup. Hasil observasi kompetensi berbahasa siswa setelah menggunakan media komik dengan kategori baik. Peningkatan kompetensi berbahasa siswa sebelum dan sesudah menggunkan media komik adalah Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat diberikan saran sebagai berikut Pengembangan media konik dapat dikembangkan lebih lanjut berkenaan dengan materi lain yang masih berkaitan dengan peningkatan kompetensi berbahasa siswa. Pengembangan media komik yang lain juga dapat dilakukan untuk pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Daftar Pustaka Ambaryani ., & Airlanda, G. S. 2017. Pengembangan Media Komik untuk Efektivitas dan Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Materi Perubahan Lingkungan Pendidikan Surya Edukasi, 31. Anugraheni, I. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Pendidikan Karakter Kreatif Di Sekolah Refleksi Edukatika. 82. Anugraheni, I., Kristin, F., & Airlanda, G. S. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Berbasis Olah Pikir Di Sekolah Dasar. Jurnal Inventa, 2. Budiarti, W. N., & Haryanto. 2016. Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV. Jurnal Prima Edukasia, 42. Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta Gava Media. Gagne, Robert M & Leslie J Briggs. 1970. Principles of Instructional Design. Harcort Brace Jovanivich Collage Publisher. San Diego. Halijah. 2017. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Think Pair Share. Jurnal Global Edukasi, 13. Halimah, L. 2008. Pemberdayaan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Berbahasa Indonesia Siswa Kelas 4 SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru. Jurnal Pendidikan Dasar, 10. Hidayah, N. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komik Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV Mi Nurul Hidayah Roworejo Negerikaton Pesawaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 41. Hurlock, E. B. 1978. Child Development 6th ed.. New York McGraw-Hill. Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan... Nadia Astri Pandanwangi, Firosalia Kristin, Indri Anugraheni Jurnal Cakrawala Pendas Vol 5 No 2 Edisi Juli 2019 132 Indaryati., & Jailani. 2015. Pengembangan Media Komik Pembelajaran Matematika Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas V. Jurnal Prima Edukasia, 31. Listyawati, M. 2012. Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Jurnal Of Innovative Science Education, 11. Mc Cloud, scott. 2002. Understanding Comic. Jakarta. KPG. Pribadi, 2011. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta Dian Rakyat. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung Penerbit Alfabeta. Sudjana, Nana., & Ahmad. Rivai. 2002. Media Pembelajaran. Bandung Sinar Baru Algesindo. Sudjana, Nana., & Ahmad. Rivai. 2013. Media Pembelajaran. Bandung Sinar Baru Algesindo. Sundari, Lilis, dkk. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Adobe Flash CS3 Profesional untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Kelas 4 SD. Jurnal Pendidikan Berkarakter, 11. Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung Angkasa. Zulaeha, I. 2013. Pengembangan Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Berkonteks Multikultural. Jurnal Litera, 121. ... Berdasarkan hasil kerja dari suatu bahan ajar, bisa dikategorikan menjadi lima bentuk antara lain yaitu bahan ajar yang tidak bisa diproyeksikan, artinya bahwa bahan ajar itu langsung dapat digunakan dengan cara dilihat, diamati dan dibaca oleh siswa [10], [23]. Contoh dari bahan ajar yang tidak bisa diproyeksikan yaitu buku, modul, LKS, gambar dll. ...... Dari data angket respon, dapat diketahui bahwa bahan ajar e-comic sahabat ini membantu siswa untuk lebih mudah belajar hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh [10] bahwa bahan ajar sebagai suatu hal mengantarkan informasi serta hal baru pada proses komunikasi antara pendidik dengan siswa. bahan ajar e-comic sahabat didesain untuk membantu guru menyampaikan materi pada tema dua dan subtema dua pada pembelajaran ke 2, dan siswa dapat lebih rajin lagi untuk belajar membaca dan memahami setiap kalimat yang terdapat pada e-comic. ...... Comics, apart from functioning as entertainment, also have a role as media with educational purposes because the variety of images and stories offered makes them a medium for conveying diverse messages. Comics are very influential in providing readers with a quick understanding of things that have educational content Nuraini & Saputro, 2017;Pandanwangi, Kristin, & Anugraheni, 2019, this is because the language of images and text in comics is able to transfer understanding or information quickly to a problem compared to using writing alone. With the ability in these comics, comics can also create student interest in learning. ...Ahdar AhdarMusyarif MusyarifNurleli RamliaEvi MunalestariThis study aims to determine the effectiveness of using comic media in increasing students’ motivation in social science subjects. This study is an experimental study with a draft factorial pre-test post test involving variable use of comic media. This study was conducted at State Madrasah Tsanawiyah MTsN of Parepare city which involved two study groups in class VIII with a total of 24 students as respondents. The instrument of comic media use was declared valid and reliable with a Cronbach Alpha value of containing 24 statement items. Descriptive analysis of comic media use obtained a mean pre-test value of and post-test which means that the results showed an increase motivation to learn after being given a learning treatment using comic media. The hypothesis test shows a significance value of which means the use of learning comic media provides better results than the use of learning media in the form of Power points. This happens because comic media is interesting, entertaining, and easy for learners to understand. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media komik pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial pre test-post test yang melibatkan variabel penggunaan media komik. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Kota Parepare yang melibatkan dua rombongan belajar di kelas VIII dengan total 24 siswa sebagai responden dalam penelitian. Instrumen efektivitas penggunaan media komik dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha yang berisi 24 item pernyataan. Hasil analisis Deskriptif penggunaan media komik diperoleh nilai mean Pre Test 46,73 dan Post Test 82,80 artinya hasil menunjukkan adanya peningkatan setelah diberikan treatmen pembelajaran menggunakan media komik. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikan sebesar yang berarti penggunaan media komik pembelajaran memberikan hasil yang lebih baik dibandingka dengan penggunaan media pembelajaran berbentuk Power point. Hal ini terjadi karena media komik menarik, menghibur, dan mudah untuk dipahami oleh peserta didik.... Klik atau pindai kode QR ! Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan komik di dalam proses pembelajaran bermanfaat untuk menarik perhatian siswa, meningkatkan minat baca siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kebosanan di dalam proses pembelajaran, dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran Kristanti & Mursyidah, 2019;Nurhayati et al., 2018;Pandanwangi et al., 2019. ...Buku media pembelajaran komprehensif merupakan buku ajar yang dirancang khusus untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru di Indonesia, khususnya Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PGMI dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD. Buku ini memiliki keunggulan dari aspek penggunaan teknologi kode QR yang terhubung dengan video tutorial, kuis interaktif, dan bahan-bahan pendukung praktik pembuatan media pembelajaran. Pokok bahasan buku ini terdiri dari sembilan bagian. Bab 1 tentang hakikat media pembelajaran membahas tentang pengertian media pembelajaran, klasifikasi media pembelajaran, pemilihan media pembelajaran, langkah-langkah pengembangan media pembelajaran, dan penyusunan rencana penggunaan media pembelajaran. Bab 2 tentang media sederhana tiga dimensi membahas tentang pengertian dan manfaat media sederhana tiga dimensi, instrumen penilaian media sederhana, pemanfaatan media realia dan media model. Bab 3 media sederhana dua dimensi membahas tentang pengertian dan manfaat media sederhana dua dimensi, jenis-jenis gambar dua dimensi, papan tulis dan papan buleting, dan bahan cetak. Bab 4 tentang media infografis membahas tentang pengertian dan manfaat, standar elemen media infografis, instrumen penilaian media infografis, dan teknik membuat infografis. Bab 5 tentang media komik membahas pengertian dan manfaat media komik, elemen-elemen media komik, instrumen penilaian media komik, dan teknik membuat media komik. Bab 6 tentang video pembelajaran membahas pengertian dan manfaat video pembelajaran, instrumen penilaian video pembelajaran, penyusunan rencana pembuatan video pembelajaran, perekaman video pembelajaran, dan penyuntingan video pembelajaran. Bab 7 tentang media pembelajaran interaktif dan augmented reality membahas pengertian media pembelajaran interaktif, instrumen penilaian media pembelajaran interaktif, pembuatan media pembelajaran interaktif, dan penggunaan augmented reality. Bab 8 tentang web dan internet membahas pengertian dan manfaat web dan internet, teknik mencari informasi, teknik berbagi media digital, teknik menggunakan kuis daring, dan teknik menggunakan web blog. Bab 9 tentang web e-learning membahas pengertian dan manfaat media web e-learning, instrumen penilaian media web, teknik menggunakan Google Classroom, dan teknik menggunakan Agusvian Asep SopianNunung NursyamsiahLearning the Arabic language at Mts Muallimin NW pancor using the standard textbooks without any improvisation in presenting Arabic language learning materials, the author tries to develop Arabic language learning media with comic media aimed at presenting new media that are more attractive to students Mts Muallimin NW Pancor, the methodology used in this research is the research method of development R&D Research and Development Borg and Gell. One media expert lecturer and one material expert lecturer reviewed product feasibility and responded by 30 students of grade VII MTS Muallimin NW Pancor; the instrument in this research is a questionnaire to see the quality of products and students' responses media. The assessment results from both experts obtained a value of 52 for the assessment of material experts in the range of Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa media komik pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia dan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Model Pengembangan tersebut dikelompokan menjadi 1 melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, 2 melakukan perencanaan, 3 mengembangkan produk awal, 4 melakukan uji coba lapangan awal, 5 melakukan revisi produk awal untuk menyusun produk utama, 6 melakukan uji coba utama, 7 melakukan revisi produk utama untuk menyusun produk operasional, 8 melakukan uji lapangan operasional, 9 melakukan revisi produk akhir, 10 deseminasi. Subjek uji pelaksanaan lapangan pada kelas eksperimen sebanyak 27 siswa dan pada kelas kontrol sebanyak 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 media komik pembelajaran layak digunakan dalam pembelajaran. Menurut ahli materi dan ahli media pembelajaran produk media komik berkategori “baik”. 2 terdapat peningkatan nilai pretest terhadap posttest motivasi belajar bahasa Indonesia dan keterampilan membaca pemahaman antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Keseluruhan uji dan hasil penelitian menunjukan bahwa media komik pembelajaran berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia dan keterampilan membaca pemahaman siswa. Kata Kunci media komik pembelajaran, motivasi belajar bahasa Indonesia, keterampilan membaca pemahaman DEVELOPING COMIC BOOKS FOR STUDYING TO INCREASE MOTIVATION TO LEARN AND READING COMPREHENSION FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL Abstract This research aims to develop an comic books that is eligible for the fourth grade students of elementary school, 2 reveal the effectiveness of the developed comic books toward enchancement of student motivation to learn, and enchancement of student reading comprehension. This developmental research refers to the model from Borg & Gall, consist of 1 research & information collecting, 2 planning, 3 develop preliminary form of product, 4 preliminary field testing, 5 main product revision, 6 main field testing, 7 operational product revision, 8 operational field revision, 9 final product revision, 10 dissemination and implementation. The subject of the operational field testing consists of 27 as the experimental class and 27 students as the control class. The research finding reveals that the comic books is proper for the fourth grade students of elementary school.1 According to the expert of the material and the expert of the educational media, the comic books product is categorized into “good”. 2 There is an increase in the pretest to posttest at control class and experimental class of motivation for study after using comic books, and reading comprehension after using comic books for study. Overall test and the results showed that the comic books take effect that positive and significant to student’s motivation to learn and student’s reading comprehension. Keywords comic books for studying, motivation to learn, student’s reading comprehension. jumlah bacaan jenis komik dan cerita rakyat adalah